News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Preman Tanah Abang ini Beri ‘Tamparan Keras’ Kepada Pemerintah yang Ingin Berantas Preman Berkedok Ormas: Ingat!

Maraknya organisasi masyarakat (ormas) yang berkedok premanisme ini membuat pemerintah tergerak untuk memberantasnya. Mantan preman Tanah Abang berikan tamparan keras pada pemerintah
Sabtu, 17 Mei 2025 - 18:48 WIB
Kolase foto Hercules dan Niko Kilikily
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Maraknya organisasi masyarakat (ormas) yang berkedok premanisme ini membuat pemerintah tergerak untuk memberantasnya.

Hal ini diberikan perintah langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto yang merasa resah dengan tindakan premanisme di sejumlah daerah. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengungkapkan Presiden Prabowo sudah berkoordinasi dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung, ST. Burhanuddin untuk menyelesaikan masalah ini.

Berkaitan dengan persoalan tersebut, Eks preman legendaris Hercules juga sempat terlibat perseteruan dengan Purnawirawan TNI, Sutiyoso dan Gatot Nurmantyo yang menyinggung tentang ormas dan premanisme.

Seorang mantan preman Tanah Abang, Nikolas Johan Kilikily mendengar rencana pemberantasan premanisme tersebut.

Nikolas menegaskan bahwa pemerintah sah-sah saja membentuk satgas untuk membasmi premanisme. 

Akan tetapi, dirinya juga meminta pemerintah untuk memberikan solusi supaya para preman tidak kembali melakukan aksinya.

“Sah-sah saja membentuk satgas membasmi preman, dan kami sangat mendukung itu. Tetapi perlu diingat bahwa preman itu juga anak bangsa, preman juga manusia,” ungkap Nikolas Johan Kilikily pada tayangan YouTube OfficialiNews. 

“Kalaupun diberantas, siapkan lapangan pekerjaan buat mereka, sehingga mereka tidak akan jadi preman lagi,” sambungnya.

Nikolas Johan Kilikily dan Hercules
Nikolas Johan Kilikily dan Hercules
Sumber :
  • Instagram @nikookilikily

 

Menurut Nikolas, bila pemerintah hanya memberantas preman tanpa adanya solusi untuk mereka bertahan hidup, maka bisa saja mereka akan melakukan hal yang lebih nekat dari sebelumnya. 

“Kalau cuma diberantas, dimasukin penjara, terus setelah itu dianiaya, dipukul, lalu dipertontonkan di televisi bahwa polisi berhasil memberantas preman, satgas berhasil memberantas preman, perlu dikasih apresiasi,” ujarnya.

“Tapi nggak dikasih solusi, sekali lagi saya mau tekankan bahwa orang lapar itu lebih nekat daripada tentara dan polisi,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berkaitan dengan hal tersebut, Prabowo ingin melakukan pembinaan terhadap para preman yang mengatasnamakan ormas.

Sebab, Presiden tak ingin bila para preman mendominasi serta mengganggu ketertiban di masyarakat. (ism/kmr)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT