Beda Omongan dengan Bosnya, Anak Buah Hercules Bilang Ketum GRIB Jaya Itu Tidak Bermaksud Tantang Dedi Mulyadi
- Tangkapan layar
tvOnenews.com - Ketegangan antara Ketua Umum GRIB Jaya Rosario de Marshall alias Hercules dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini memasuki babak baru.
Ucapan yang semula terkesan sebagai luapan emosi pribadi kini menjelma menjadi isu nasional, menyentuh hubungan antara ormas, negara, dan wibawa hukum.
Hercules Menantang KDM
- Kolase
Perseteruan bermula dari pernyataan Dedi Mulyadi yang menyinggung peran ormas dalam kasus pembakaran mobil polisi di Depok.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyebutkan bahwa ada indikasi tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum berbaju ormas. Pernyataan ini sontak menyulut kemarahan Hercules.
“Ormas itu banyak sekali kekuatannya. Saya punya anak buah di Jawa Barat itu hampir 500 ribu orang. Kalau saya suruh 50 ribu datang ke Gedung Sate, bagaimana Dedi Mulyadi?” ujar Hercules tegas.
Ia menganggap ucapan Dedi sebagai bentuk pelecehan terhadap ormas dan menyatakan bahwa ormas seperti GRIB Jaya memiliki kontribusi positif di tengah masyarakat, bukan sekadar sumber keributan seperti yang digambarkan Dedi.
“Kenapa sih harus bawa-bawa ormas terus? Kami ini juga rakyat, punya keluarga, punya kontribusi, dan bukan preman seperti yang dia tuduhkan,” lanjut Hercules dengan nada kecewa.
- Instagram @dedimulyadi71
Namun Dedi Mulyadi tak gentar. Dalam unggahan Instagram pribadinya, ia justru kembali memperkuat sikapnya terhadap premanisme, bahkan mengumumkan langkah lanjutan.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Satgas Anti Premanisme. Ini langkah luar biasa. Premanisme harus diberantas, apalagi yang menyamar jadi ormas,” ujarnya.
Bukan hanya itu, ia juga mengumumkan program khusus untuk membina para preman di Jawa Barat:
“Mulai bulan Juni, Juli, dan seterusnya, kami akan melakukan pembinaan terhadap preman-preman yang biasa membuat onar. Mereka akan kami tempatkan di barak militer. Mereka akan dilatih dan diberdayakan untuk membangun jembatan, sekolah, rumah rakyat miskin. Mereka harus belajar mencari uang dengan keringat, bukan dari intimidasi,” kata Dedi, menegaskan kebijakannya.
Load more