Peran 9 Warga Sipil Korban Ledakan Amunisi Usang di Garut Diselidiki, Kenapa Bisa Ikut Pemusnahan Bareng TNI AD?
- IST
Setelah semua amunisi dimasukkan, kedua lubang diledakkan dengan menggunakan detonator oleh personel TNI AD.
Proses peledakan di dua sumur ini berjalan dengan sempurna dalam kondisi aman.
Setelah itu, satu lubang tambahan disiapkan untuk menghancurkan sisa detonator bekas dari ledakan sebelumnya.
Detonator itu dimasukkan ke dalam lubang untuk dimusnahkan dengan metode serupa.
Namun nahas, saat tim sedang menyusun detonator di dalam lubang tersebut, tiba-tiba terjadi ledakan hebat yang memicu korban jiwa.
"Saat tim penyusun amunisi menyusun detonator di dalam lubang tersebut secara tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam lubang," kata Wahyu.
Adapun 13 korban dalam insiden ledakan mengerikan itu terdiri dari 4 orang Anggota TNI AD, serta 9 warga sipil yang ada di area pemusnahan.
Berikut adalah daftar 13 korban jiwa yang tewas dalam ledakan:
1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan, selaku Kepala Gudang Munisi III Pusat Peraltan TNI AD.
2. Mayor Cpl Anda Rohanda, selaku Kepala Seksi Adminitasi Pergudangan Pusat Munisi III
3. Kopda Ery Peanggodo.
4. Pratu Apriyo Seriawan.
Korban sipil:
1. Agus bin Kasmin
2. Ipan bin Obur
3. Anwar bin Inon
4. Iyus Ibing bin Inon
5. Iyus Rizal bin Saepuloh
6. Toto
7. Dadang
8. Rustiawan
9. Endang
TNI AD dan pihak terkait saat ini sedang melakukan penyelidikan dan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pemusnahan amunisi tersebut, termasuk memastikan tidak ada unsur kelalaian atau kesalahan teknis. (rpi)
Load more