News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dulu Hercules Cuma Gelandangan di Jakarta, Modal Nyali Besar dan Golok Bisa Kuasai Tanah Abang: Darah yang Sudah...

Saat itu, rasa tak betah membuat Hercules kabur. Ia kemudian hidup terlunta-lunta, tidur di kolong jembatan kawasan Tanah Abang. Namun demi bisa mendapatkan...
Senin, 12 Mei 2025 - 12:26 WIB
Sosok preman legendaris, Rosario de Marshall atau yang akrab disapa Hercules
Sumber :
  • Kolase Tvonenews.com/Istimewa

tvOnenews.com - Sosok Rosario de Marshall, atau yang lebih populer dikenal dengan Hercules, sudah lama melegenda di dunia gelap Jakarta

Hercules bukan sekadar preman, ia adalah simbol keberanian, kekuasaan jalanan, dan kisah hidup yang penuh darah dan luka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun siapa sangka, hercules memulai hidupnya di Jakarta sebagai gelandangan?

Ketua umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.
Ketua umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal.
Sumber :
  • Istimewa

 

Perjalanan Kelam Hercules Menuju Puncak Dunia Premanisme

Datang dari Timor Timur ke Jakarta dengan kondisi tangan terluka, Hercules dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. 

Tapi rasa tak betah membuat Hercules kabur. Ia kemudian hidup terlunta-lunta, tidur di kolong jembatan kawasan Tanah Abang.

"Saya ingin mandiri. Jadi saya pilih hidup sendiri di bawah jembatan," ujarnya dalam wawancara yang dikutip dari buku Kick Andy: Kisah Inspiratif.

Lingkungan keras Tanah Abang menjadi tempat tumbuhnya karakter Hercules. 

Awalnya diremehkan karena tubuhnya kecil, Hercules menunjukkan satu hal yang membuatnya dihormati, yaitu nyali. 

Ia tak pernah berjalan tanpa membawa golok panjang.

Hidupnya penuh ancaman, dan ia tahu, jika ingin bertahan, harus lebih ganas dari lawan.

“Daripada saya dibunuh, lebih baik saya duluan,” katanya.

Bukan Sekadar Preman, Tapi Legenda Tanah Abang

Sejak era 1980-an, nama Hercules dan kelompoknya dikenal sebagai penguasa bayangan Tanah Abang. 

Hercules terkenal kerap berurusan dengan aparat, bahkan keluar-masuk penjara karena sejumlah kasus.

Tahun 2005, ia divonis dua tahun penjara setelah memimpin penyerangan ke kantor media Indopos. 

Lalu pada 2013, ia kembali dijebloskan ke penjara dalam kasus pemerasan dan penghasutan. 

Bahkan, kasus pencucian uang pun sempat menjeratnya.

Namun, salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik terjadi pada 2018, ketika ia ditangkap atas dugaan penyerangan terhadap kompleks ruko milik PT Nila Alam di Kalideres, Jakarta Barat. 

Dalam kasus itu, Hercules diduga memimpin 60 orang preman untuk menguasai lahan.

Dijuluki “Manusia Tak Bisa Mati

Hercules bukan cuma ditakuti, ia juga dijuluki sebagai "manusia yang tak bisa mati". 

Julukan itu bukan tanpa alasan. Dalam acara Kick Andy tahun 2007, ia mengaku pernah dibacok 16 kali. 

Belum lagi pengalaman dikeroyok puluhan orang bersenjata tajam.

Bahkan dalam salah satu insiden, ia sempat ditembak dari jarak hanya satu meter. 

Akibatnya, salah satu matanya rusak. Namun Hercules tetap selamat. 

“Itu pakai F46, satu meter. Alhamdulillah, cuma mata,” ucapnya santai, disambut tawa orang di sekitarnya.

Titik Balik: Hercules Taubat dan Jadi Mualaf

Beberapa waktu lalu, sosok Hercules kembali mencuri perhatian publik. 
Bukan karena kasus hukum, tapi karena pengakuannya yang mengejutkan: ia telah bertaubat dan memeluk Islam.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Hercules menceritakan titik balik hidupnya. 

Ia mengaku lelah hidup dalam kekerasan, dan mulai mempertanyakan berapa lama lagi hidupnya di dunia ini.

“Kalau bicara soal tangan kotor, tangan saya ini sudah penuh darah,” ujarnya.

Kesadaran bahwa hidup di dunia hanya sementara, serta pengalaman mendekati kematian berkali-kali, membuatnya berpikir ulang tentang arah hidupnya. 

Ia pun memutuskan untuk meninggalkan masa lalu dan membuka lembaran baru sebagai seorang mualaf.

*Menjadi Preman, Sukanya Lebih Banyak dari Dukanya*

Meski telah berubah, Hercules tidak menutupi masa lalunya. 

Dalam berbagai wawancara, ia justru dengan jujur mengungkap bahwa hidup sebagai preman punya banyak kenangan. 

“Sukanya lebih banyak dari dukanya,” ucapnya sambil tersenyum.

Namun kini, ia lebih memilih jalan damai. 

Dari pria yang dulu menguasai jalanan Jakarta, Hercules kini jadi contoh bahwa setiap orang punya kesempatan kedua, bahkan mereka yang pernah terjebak dalam dunia paling kelam sekalipun. (abs)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral