Prabowo Geram Dituding TNI Mau Jadi Diktator: Kami Hormati Kedaulatan Rakyat!
- YouTube/Sekretariat Presiden
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, melontarkan pernyataan tegas saat menghadiri halalbihalal bersama purnawirawan TNI-Polri di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (6/5/2025).
Prabowo menepis keras tudingan yang menyebut pemimpin berlatar belakang TNI berambisi menjadi diktator.
“Kita TNI selalu dituduh bahwa kita mau jadi diktator. Padahal saya ingatkan kepada tokoh-tokoh, coba buka sejarah dunia, di mana TNI mundur dari politik kekuasaan. Kita mundur dengan rela. Reformasi itu adalah tokoh-tokoh TNI dan Polri, ABRI,” tegas Prabowo di hadapan para seniornya.
- YouTube/Sekretariat Presiden
Tak hanya itu, Prabowo juga menyebut tingkat kepercayaan publik terhadap TNI saat ini berada di puncak tertinggi.
“Sekarang, kalau disurvei rakyat Indonesia, mana institusi yang paling Anda percaya? Yang teratas adalah TNI. Silakan, bukan kita yang bikin survei, ini survei internasional,” ungkap Prabowo.
Prabowo kemudian memaparkan bahwa semangat patriotisme yang tertanam di tubuh TNI tidak padam meski para prajurit telah pensiun.
“Yang ingin saya sampaikan bahwa TNI, karena sifatnya, karena semangatnya, karena kita diseleksi, direkrut, yang masuk adalah mereka-mereka yang patriotik. Jadi begitu pensiun, begitu kita keluar dari TNI, rasa tanggung jawab, rasa ingin berbakti, rasa ingin menyelamatkan bangsa masih kuat,” jelasnya.
Menurut Prabowo, semangat itu pula yang mendorong sejumlah purnawirawan TNI untuk terjun ke panggung politik.
“Karena itu senior-senior banyak yang terjun ke politik. Pak SBY bikin partai, Wiranto bikin partai, saya bikin partai. Karena apa? Karena kita ingin berbakti, karena itu kita mau berkuasa, meminta mandat dari rakyat,” tandas Prabowo. (agr/muu)
Load more