GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ironis, Seorang Tahanan Tewas, Diduga Tak Diberi Izin Oknum Jaksa Kejari Belawan untuk Rujuk ke RS

Ironis, nasib seorang tahanan bernama M Khadafi yang ditahan di Rutan Kelas I Medan. Pasalnya, ia tewas diduga karena tidak diberi izin untuk dirawat di RS
Senin, 17 Maret 2025 - 19:10 WIB
Ironis, Seorang Tahanan Tewas, Diduga Tak Diberi Izin Oknum Jaksa Kejari Belawan untuk Rujuk ke RS
Sumber :
  • tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Ironis, nasib seorang tahanan bernama Muhammad Khadafi yang ditahan di Rutan Kelas I Medan. Pasalnya, ia tewas diduga karena tidak diberi izin untuk dirawat di rumah sakit (RS) oleh oknum Jaksa Kejari Belawan, bernama Daniel.

Hal ini diungkapkan sang ayah almarhum M Khadafi, Agustin kepada awak media, pada hari Senin (17/3/2025) di Rumah Sakit Bandung, Jl Mistar, Kota Medan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lanjutnya dia bercerita, pada saat kedaan sakit kritis,  Khadafi tetap dipaksa jaksa untuk mengikuti persidangan.  

Selain itu, kata dia, sebelumnya dirinya sudah beberapa kali meminta kepada Kejari Belawan agar anaknya dirujuk ke rumah sakit.

Kata dia, dia meminta rujukan ke rumah sakit pada Kamis (13/3) dan dia memohon kepada oknum Jaksa bernama Daniel, agar anaknya bisa mendapat izin untuk dirawat ke rumah sakit, tetapi permintaan itu tak dindahkan.

"Saya tidak kasih izin, habis (tunggu) vonis saja," kata Agustin menirukan ucapan Jaksa Daniel.

Padahal, kata Agustin kondisi almarhum (anaknya) sudah dalam keadaan sakit dan saat dijenguk sedang dirawat di klinik.

Namun, sangat disanyangkan meski kondisi M Khadafi dalam kondisi sakit, jaksa tetap memaksa menghadirkan almarhum dalam persidangan pada Jumat (14/3).

Agustin menjelaskan pada Sabtu pagi anaknya itu sempat menghubungi dan memberitahukan bahwa kondisinya yang terus memburuk. 

"Dia bilang sama saya melalui pesan bahwa kondisi kesehatannya memburuk," ujar Agustin.

Lanjutnya menjelaskan,  pada Minggu (16/3) keluarga mendapat informasi bahwa kondisi kesehatan M Khadafi terus memburuk, tetapi rujukan berobat dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan tak kunjung turun.

Hingga akhirnya, pada Senin (17/3/2025) pagi, M Khadafi mengalami muntah-muntah dan muntahnya mengeluarkan darah. 

Melihat kondisi yang semakin parah itu, membuat Rutan Kelas I Medan mengambil keputusan membawa korban ke Rumah Sakit. Namun, tiba di rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia.

"Saya kecewa dengan Kejaksaan Negeri Belawan yang tidak memberikan rujukan kepada anak saya berobat. Mereka tidak berperikemanusiaan, membiarkan anak saya menderita sakit hingga sampai akhir ajalnya," kata Agustin.

"Padahal saya sampai bilang ke oknum jaksanya, mau kalian rantai pun anak saya di rumah sakit enggak apa-apa, yang penting anak saya dibawa berobat," ucapnya sambil menangis.

Pengakuan Oknum Jaksa Kejari Belawan

Saat ditanya soal alasan tidak memberikan izin rujukan untuk tahanan bernama Muhammad Khadafi agar dirawat di rumah sakit, karena sedang alami sakit parah?

Oknum Jaksa yang diduga tak memberi izin tersebut, Daniel mengatakan, bahwa dari pihak Rutan Kelas I Medan tidak mengabari.

"Oh, dari Rutan Kelas I Medan tidak pernah mengabarkan," jawab Daniel dengan santai, kepada awak media, di Rumah Sakit Bandung, Jl Mistar, Kota Medan, Senin (17/3/2025).

Kemudian, disinggung soal izin rujuk ke rumah sakit merupakan wewenang jaksa Kejari Belawan, karena tahanan Muhammad Khadafi adalah tahanan jaksa yang dititipkan di Rutan Kelas I Medan?

Daniel menyampaikan, "Maksudnya ini, kita jangan ngobrol di sinilah."

Kemudian, dia pun balik bertanya kepada awak media,"Mekanisme rujukan itu seperti apa?"

"Begini lo pak, saya tunjukan (sambil menunjukan isi chat WhatsApp-nya kepada awak media), hari senin tadi, pihak dari rutan mengabari dan langsung saya acc."

Lanjutnya menjelaskan, dirinya dapat WhatsApp dari anggota Rutan Kelas I Medan bernama Simbolon.

"Pagi pak, saya dari Rutan Kelas I Medan, mau koordinasi soal tahanan Muhammad Khadafi," ujarnya membaca pesan WhatsApp dari dari anggota Rutan Kelas I Medan bernama Simbolon.

"Ya, terima kasih infonya, kalua ada surat minta tolong fotokan," jawab Daniel membalas pesan dari anggota Rutan Kelas I Medan bernama Simbolon.

Lanjutnya, Daniel pun menunjukan surat dari anggota Rutan Kelas I Medan bernama Simbolon.

Usai terima surat itu melalui pesan WhatsApp, ia pun ucapkan terima kaish.

"Ini saya langsung koordinasi sama dia, enam menit langsung ok," jelasnya.

Kemudian, ditanya soal keluarga sudah memohon rujukan agar M Khadafi dirawat di Rumah Sakit bukan pada hari Senin (17/3), melainkan di hari sebelumnya, kepada pihak kejaksaan.

Danie akui dirinya pada saat itu meminta penangan terlebih dahulu dari pihak rutan bukan ke rumah sakit.

"Saya minta dulu kepada pihak rutan untuk melakukan penanganan dan pengecekan tahanan tersebut."

"Jika saya diberi tahu (oleh pihak rutan), 'pak ini haru dirujuk, kami juga menjaga sesuai SOP, tentu dikasih," ucapnya.

Selain itu, pada saat disinggung tentang kondisi Muhammad Khadafi yang sudah alami muntah darah, dan tetap saja diduga tidak memberi izin rujukan.

Dia mengatakan, pihaknya tidak mengetahui info dari rutan dan dia juga menyarankan awak media untuk mengkonfirmasi ke pihak rutan.

Rutan Kelas I Medan Bantah Omongan Oknum Jaksa

Kepala Rutan I Medan, Andi Surya membantah, bahwa pihak Rutan Kelas I Medan tidak pernah tidak melakukan konfirmasi ke pihak Kejaksaan atau Jaksa Daniel. 

"Kami konfirmasi, tidak pernah kami tidak komfirmasi, ini kan tahanan titipan kejaksaan, dan yang berwewenang adalah kejaksaan negeri belawan yang memberikan rujukan untuk dirawat ke rumah sakit," jelasnya kepada awak media, di Rutan Kelas I Medan, Senin (17/3/2025).

"Padahal secara historinya kami secara kemanusian dan mengeluarkan ini (tahanan) secara kemanusian."

"Mengapa begitu? karena yang berhak mengeluarkan tahanan itu adalah kejaksaan negeri belawan, karena M Kadhafi tahanan kejaksaan," jelasnya saat ditanya soal oknum Jaksa sebut Rutan Kelas I Medan tidak memberikan informasi untuk memberi rujuk tahanan agar dirawat di rumah sakit.

"Kenapa kami saat ini bisa mengeluarkan tahanan ke rumah sakit, sementara kejaksaan belum beri izin. Karena atas dasar kemanusian, tak mungkin  tahanan sudah urgen (sakit) tidak dirawat di rumah sakit Bandung," jelasnya kembali.

Selain itu, Kepala Rutan I Medan, Andi Surya juga menjelaskan kronologi sebelum seorang tahanan bernama Muhammad Khadafi meninggal dunia.

Kata dia, pada Sabtu (15/3/) sekira pukul 20.00 WIB, Muhammad Khadafi mengalami sesak, kemudian diperiksa oleh dokter Rutan Kelas I Medan dan diberikan Teraphy.

Seperti, Inj.Ranitidine 1 Amp, Diaprom, cotri, Biolisin, Omeprazole, amloidipine secara sublingual (bawah lidah), dan teraphy infus.

"Beberapa jam kemudian kondisi pasien sedikit membaik dan mencret pasien sudah berkurang," jelasnya.

Kemudian, pada tanggal 16 Maret pukul 20.00 WIB, Muhammad Khadafi kembali mengalami sesak, TD : 165/89 mmHg dan diberikan teraphy 02 5ltr/i obat amloidipine secara sublingual(bawah lidah).

Lalu, pada Senin, 17 Maret 2025 sekira pukul 07.30 WIB. Muhammad Khadafi tiba-tiba mengalami muntah darah. 

"Pasien langsung kami dilarikan emergency ke RS Bandung dan ditangani secara gawat darurat oleh Dokter RS Bandung. 

"Sekira pukul 08.10 WIB, Petugas Rutan (Andi Leo) Memberitahukan kepada JPU ybs (Kejari  Belawan) terkait kondisi pasien. Sekira pukul 08.30 WIB, setelah mendapat penanganan darurat, pasien tidak tertolong lagi dan dinyatakan meninggal oleh dokter RS Bandung," jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Meninggalnya Muhammad Khadafi itu ditindak lanjuti dengan memberitahukan kembali kepada pihak Kejari Belawan. Lalu, pukul 11.00 WIB, dilaksanakan serah terima jenazah dengan pihak Kejari Belawan atas nama Daniel," pungkasnya.

Untuk diketahui, sampai saat ini, pihak tvOnenews.com masih melakukan konfirmasi soal perkembangan kasus tersebut ke pihak Kejari Belawan dan Kejati Sumut dan Kejagung. Hal ini bertujuan agar pemberitaan tersebut berimbang. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?

Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?

Kemenkes baru-baru ini sebut biang kerok praktik sunat perempuan di Indonesia. Sontak, hal ini menuai pertanyaan publik, apakah sunat bagi perempuan bagus untuk
Awas Salah Prosedur dan Terjadi Sengketa, Ini Cara Urus Alih Hak Sertifikat Tanah Warisan

Awas Salah Prosedur dan Terjadi Sengketa, Ini Cara Urus Alih Hak Sertifikat Tanah Warisan

Sebagian warga Indonesia masih banyak belum mengetahui detail terkait urus alih hak sertifikat tanah warisan. Lantas, bagaimana cara urus alih hak sertifikat
Dijadwalkan Hadapi Arslanbek Makhmudov, Tyson Fury Klaim Comeback ke Ring Tinju Tanpa Pelatih

Dijadwalkan Hadapi Arslanbek Makhmudov, Tyson Fury Klaim Comeback ke Ring Tinju Tanpa Pelatih

Tyson Fury engklaim akan menjalani persiapan tanpa pelatih jelang duel melawan Arslanbek Makhmudov pada 11 April di Tottenham Hotspur Stadium.
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Momen buka bersama keluarga mulai direncanakan. Selain itu, momen manis lainnya juga ada, kebersamaan suami dan istri dalam menyiapkan sahur

Trending

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
10 Ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H, Ide Caption Media Sosial

10 Ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H, Ide Caption Media Sosial

Berikut 10 contoh ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H, ide caption media sosial.
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Momen buka bersama keluarga mulai direncanakan. Selain itu, momen manis lainnya juga ada, kebersamaan suami dan istri dalam menyiapkan sahur
Penasaran soal Hoki Masa Depan, Warga Medan Ikut Ritual Tjiam Si di Pecinan Glodok

Penasaran soal Hoki Masa Depan, Warga Medan Ikut Ritual Tjiam Si di Pecinan Glodok

Perayaan Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok, Jakarta Barat, ternyata menarik perhatian masyarakat bukan Tionghoa. Salah satunya warga Medan, 
Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT