GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Lengkap Kasus Mayat Dicor di Jakarta Timur

Seorang pemilik ruko di kawasan Jakarta Timur bernama Jap Sugiharto tewas dibunuh kuli proyek hingga mayatnya dikubur dengan cara dicor semen.
Kamis, 27 Februari 2025 - 20:27 WIB
Kebohongan Pelaku Pembunuhan Mayat Dicor di Jakarta Timur Terbongkar, Pelaku Sebut Korban Sempat Alami...
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rika Pangesti

Jakarta, tvOnenews.com - Seorang pemilik ruko di kawasan Jakarta Timur bernama Jap Sugiharto tewas dibunuh kuli proyek hingga mayatnya dikubur dengan cara dicor semen.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly menetapkan seorang tersangka kasus pembunuhan itu bernama Zainal Arifin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nicolas mengungkap awal mula kasus pembunuhan yang dilakukan seorang kuli proyek terhadap pemilik ruko itu.

Menurutnya kasus pembunuhan terjadi usai korban melakukan aksi kekerasan hingga menghina pelaku dengan perkataannya.

Cekcok berawal ketika korban Jap Sugiharto mendatangi rukonya untuk mengecek pekerjaan para kuli bangunan yang sedang melakukan renovasi.

Namun ternyata, para pekerja bangunan tersebut melakukan aksi mogok kerja.

Tersisa hanya satu orang yakni pelaku Zainal Arifin. Pelaku dipercaya oleh korban untuk mengawasi kuli yang merenovasi ruko.

Kemudian Jap Sugiharto menanyakan kepada Zainal Arifin, apa alasan mereka mogok kerja.

Selain itu, korban juga mendapati bahwa alat-alat proyeknya juga banyak yang hilang.

Korban pun meminta kepada Zainal untuk ikut melapor ke polisi atas dugaan pencurian yang dilakukan para kuli bangunannya yang telah mengambil barang-barang proyek.

"Korban berinisiatif untuk mengajak tersangka ke polisi untuk melapor kejadian pencurian," ucap Nicolas saat konferensi pers, Kamis (27/2/2025).

Namun ternyata, ajakan itu ditolak pelaku. Pelaku justru malah meminta agar upahnya senilai Rp900 ribu segera dibayar oleh korban.

Hal itu membuat korban emosi kemudian menampar pelaku sebanyak dua kali. Satu tamparan mendarat di bagian pipi pelaku, sedangkan satu tamparan lainnya ditangkis hingga membuat korban terjatuh.

"Korban terpeleset dan terjatuh," ujarnya.

Seakan tak puas melayangkan tamparan, korban juga memaki pelaku dengan kata kasar yang membuat pelaku sakit hati.

Alhasil, karena merasa sakit hati, pelaku mengambil sebuah batu hebel dan dihantamkan ke bagian kepala korban berulang-ulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mengakibatkan korban tidak bergerak (meninggal dunia)" ucap Nicolas.

Mayar Jap kemudian didiamkan oleh pelaku selama dua hari. Hingga pelaku melihat mayat tersebut telah dikerubungi lalat, baru pelaku menguburnya dengan pasir dan kemudian ditambah semen dan baru bata (dicor). (rpi/raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, Pemudik Dipalak 3 Pria di Tanah Abang Jakarta, Polisi Beberkan Kronologinya

Ironis, seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Palak tersebut dengan dalih meminta
Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mahfud MD Kritik Keras KPK soal Mantan Menag Yaqut: Ini Hukum Loh!

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Mahfud MD lontarkan kritikan keras terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi KPK
PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

PP AMPG Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang, Imbau Tinggalkan Tenda

Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus mengimbau kepada seluruh korban bencana banjir di Aceh Tamiang yang telah menerima bantuan rumah sewa, Huntara, uang lauk,
DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

DPR Kritik Praktik Monopoli Penerbangan Domestik, Usul Buka Akses untuk Maskapai Luar Negeri

Anggota Komisi X DPR Robert Joppy Kardinal mengkritik praktik monopoli dan duopoli rute penerbangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku dan
Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Pengamat Nilai Praktik Non Kader Jadi Ketum Bisa Rusak Demokrasi Partai

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Indonesia, Titi Anggraini, menyoroti soal praktik terpilihnya ketua umum partai politik dari kalangan bukan kader partai.
Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.

Trending

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Polri Dinilai Berhasil Amakan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026

Serangkaian kebijakan momen arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 oleh Polri menuai respons positif.
DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

DPR Wanti-Wanti Kenaikan Harga Pupuk Imbas Perang Iran vs Israel-AS, Pemerintah Diminta Produksi Sendiri

Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengingatkan pemerintah terkait ancaman kenaikan harga pupuk akibat perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Timnas Indonesia Pesta Gol, Tapi Erick Thohir Justru Kirim Sinyal Bahaya Jelang Final Lawan Bulgaria

Ketum PSSI, Erick Thohir, meminta Timnas Indonesia segera mengalihkan fokus ke laga lawan Bulgaria usai meraih kemenangan meyakinkan pada ajang FIFA Series 2026
Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

Sengaja Menepuk Nyamuk karena Diganggu, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam? Buya Yahya Beri Penjelasan

KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya menjelaskan hukum membunuh atau menepuk nyamuk secara sengaja akibat diganggu maupun digigit dalam syariat agama Islam.
Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

Pelatih Bulgaria Sindir Level Timnas Indonesia, Starting XI John Herdman Disorot, hingga Media Prancis Heran dengan Calvin Verdonk

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: sindiran pelatih Bulgaria, starting XI John Herdman bikin netizen heboh, hingga Calvin Verdonk disorot media Prancis.
Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Reaksi Para Pemain Persib Bandung Usai Beckham Putra Cetak Brace untuk Timnas Indonesia, Thom Haye Paling Bangga

Para pemain Persib Bandung kompak memberikan reaksi tak lama setelah Beckham Putra mencetak dua gol kemenangan Timnas Indonesia atas Saint Kitts and Nevis.
Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Bakal Hadapi Timnas Indonesia di Final FIFA Series 2026, Media Bulgaria Lempar Pujian Berkelas untuk Beckham Putra

Aksi berkelas Beckham Putra yang sukses bikin dua gol untuk Timnas Indonesia ke gawang Saint Kitts and Nevis di FIFA Series mendapat pujian dari media Bulgaria.
Selengkapnya

Viral