Jakarta, tvOnenews.com - Indonesia Police Watch (IPW) meminta perhatian Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Hal ini tak lain untuk tertibkan aparaturnya yang melakukan intervensi dalam kewenangan yang bukan tupoksi TNI, yakni penegakan hukum di Kabupaten Solok dan Medan.
Hal ini diungkapkan Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, Sabtu (22/2.2025).
Pasalnya, kata dia, munculnya TNI dalam proses penertiban hukum ini akan mengganggu tatanan hukum dalam penegakan hukum berdasarkan peraturan perundang undangan.
"Di Kabupaten Solok, terbitnya Surat Perintah Nomor: Sprin/85/II/2025 yang ditandatangani Komandan Distrik Militer (Kodim) 032/Solok, Letkol Sapta Raharja tertanggal 17 Februari 2025 tentang Penertiban Emas Tanpa Ijin (PETI) yang berada di wilayah Kabupaten Solok, Propinsi Sumatera Barat," jelas Ketua IPW Sugeng.
Demikian juga yang dilakukan di Medan, saat prajurit TNI Angkatan Darat (AD) dari Kodam 1 Bukit Barisan menggrebek sebuah gudang berlokasi di Kompleks Pergudangan Harmoni, di Tanjung Selamat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, dan di Kompleks Pergudangan Intan blok 8A, 9A, 10A, 11A, dan 88F, di Jalan Letda Sujono, Tembung, Kota Medan.
"Penggrebekan oli palsu berbagai merk itu, dilakukan pada Rabu, 19 Februari 202 dengan menyita serta mengamankan ribuan kotak berisikan oli palsu," ungkapnya.
Dalam hal itu, seperti yang dikutip dari viva.co, Minggu (23/2/2025), Kepala Staf Kodam 1 Bukit Barisan, Brigjen Refrizal menyampaikan, dalam penindakan tersebut, pihaknya berhasil menemukan serta mengamankan ribuan produk oli palsu di lokasi tersebut.
Load more