News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Miris! Siswi SD di Pacitan Ngaku Dibully, Celananya Dipeloroti di dalam Kelas Disaksikan Guru dan Temannya

Kasus bullying atau perundungan diduga terjadi di Pacitan, Jawa Timur terhadap seorang siswi kelas 4 SD. Orang tua korban mengatakan, anaknya merasa trauma.
Minggu, 16 Februari 2025 - 14:32 WIB
Ilustrasi bullying
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus bullying atau perundungan diduga terjadi di Pacitan, Jawa Timur terhadap seorang siswi kelas 4 SD.

Siswi kelas 4 SD berinisial MM itu bahkan mengaku dibully di dalam kelas, sampai celananya dipeloroti disaksikan teman dan gurunya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Orang tua siswi SD tersebut, AR mengatakan anaknya kini trauma tidak mau datang ke sekolah karena kasus perundungan atau bullying tersebut.

AR mengatakan, awalnya anaknya MM tiba-tiba menangis di telepon ketika pulang sekolah.

Saat ditanya kenapa, MM pun mengaku dibully oleh teman-temannya sampai celananya dipeloroti.

"Pulang sekolah, anak saya telepon terus nangis-nangis. Saya tanya ada apa, katanya celananya dipelorotin," ujar AR, dikutip Minggu (16/2/2025).

Kepada AR, MM juga mengatakan ingin pindah sekolah karena malu dan merasa cemas.

"Pada saat di rumah, saya menanyakan mengapa tidak mau sekolah? Dia bilang selalu ingat tindakan perundungan yang dilakukan padanya," kata AR menambahkan.

Mendengar hal itu, AR pun mendatangi sekolah tersebut untuk membahas masalah perundungan yang dialami putrinya.

Namun, saat sampai di sekolah kepala sekolah sedang tidak ada di tempat. Tak hanya itu, sekolah tersebut juga tidak memiliki guru BK ataupun wakil kepala sekolah.

Ia pun heran dan menilai bahwa sekolah tidak memberikan perhatian serius terkait dugaan bullying ini.

Setelah satu pekan lebih akhirnya pihak korban melaporkan ke Dinas Pendidikan Pacitan.

Menurut Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Pacitan, Wahyono saat ini pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

Wahyono menuturkan pihak korban sudah tepat mendatangi dinas untuk melaporkan kejadian tersebut.

Ia memastikan Dinas Pendidikan akan langsung menindaklanjuti dugaan bullying itu sampai tuntas.

Wahyono pun mengatakan, pihaknya akan segera memanggil sekolah dan memastikan korban bisa segera mendapatkan haknya dalam pendidikan.

"Dinas akan memanggil sekolah agar anak segera mengikuti pembelajaran dengan lebih baik," ujar dia. (iwh) 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT