News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ukraina Penerima Bantuan USAID Terbesar Selama 3 Tahun Terakhir

Ukraina menerima sebesar 27,2 persen dari total dana Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) sepanjang tiga tahun terakhir, demikian hasil analisis koresponden RIA Novosti terhadap data publik bantuan luar negeri AS itu
Kamis, 6 Februari 2025 - 11:32 WIB
USAID
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Ukraina menerima sebesar 27,2 persen dari total dana Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) sepanjang tiga tahun terakhir, demikian hasil analisis koresponden RIA Novosti terhadap data publik bantuan luar negeri AS itu.

Dipimpin miliarder teknologi Elon Musk yang baru-baru ini menyebut USAID sebagai "organisasi kriminal," Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) yang baru dibentuk rezim Donald Trump berfokus pada penutupan badan yang selama ini menyalurkan bantuan ke berbagai negara, termasuk dukungan ekonomi bagi Ukraina, itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, dengan status Ukraina sebagai penerima terbesar bantuan keuangan global dari USAID sejak pecah perang Rusia-Ukraina pada 2022, pembubaran badan bantuan itu berpotensi menghentikan aliran bantuan ekonomi AS ke Kiev di masa mendatang.

Berdasarkan data terbaru ForeignAssistance.gov, laman Pemerintah AS yang mempromosikan transparansi, Ukraina mulai menempati peringkat teratas dalam pengeluaran global USAID pada 2022.

Kiev tercatat menerima dana sebesar 9,95 miliar dolar AS (sekitar Rp161,8 triliun) dari total anggaran USAID tahun itu sebesar 41,5 miliar dolar AS (sekitar Rp674,9 triliun).

Pada 2023, angka tersebut meningkat menjadi 16,43 miliar dolar AS (sekitar Rp267,2 triliun) atau 38,8 persen dari total 42,4 miliar dolar AS (sekitar Rp689,5 triliun).

Tren ini berlanjut pada 2024, di mana Ukraina menerima 6,05 miliar dolar AS (sekitar Rp98,3 triliun) dari total anggaran USAID 35,4 miliar dolar AS (sekitar Rp575,7 triliun).

Sebagai penerima utama pendanaan USAID selama tiga tahun terakhir, Ukraina secara akumulatif telah mendapatkan alokasi dana sebesar 32,4 miliar dolar AS (sekitar Rp526,9 triliun) atau sekitar 27,2 persen dari 119,3 miliar dolar AS dana yang didistribusikan badan tersebut.

Sebagian besar dana USAID untuk Kiev itu digunakan sebagai dukungan langsung terhadap anggaran pemerintah Ukraina.

Setelah tambahan dana 3,9 miliar dolar AS (sekitar Rp63,4 triliun) untuk dukungan anggaran pada Agustus 2024, total bantuan langsung USAID kepada Ukraina sejak 2022 mencapai 26,8 miliar dolar AS (sekitar Rp435,8 triliun), sebut laporan terbaru operasi kontingensi luar negeri Operation Atlantic Resolve yang dirilis pada November 2024.

Laporan terbaru US Government Accountability Office (GAO) pada Juli 2024 menyebutkan USAID telah menyalurkan dana tersebut ke pemerintah Ukraina melalui dana perwalian Bank Dunia.

Alokasi itu sebagian besar digunakan untuk mengganti pengeluaran yang memenuhi syarat, seperti gaji guru, pegawai sekolah lainnya, pegawai negeri, dan tenaga kesehatan.

Laporan GAO juga mencatat bahwa mayoritas dari dana itu didistribusikan melalui proyek Public Expenditures for Administrative Capacity Endurance in Ukraine (PEACE) di bawah Bank Dunia.

Menurut laporan terbaru Bank Dunia mengenai Proyek PEACE yang dirilis pada November 2024, hingga 1 September 2024, sekitar 12,6 miliar dolar AS (sekitar Rp204,9 triliun) dari total 29,3 miliar dolar AS (sekitar 43 persen atau sekitar Rp476,5 triliun) dalam proyek tersebut digunakan untuk pembayaran pensiun di Ukraina.

Sementara itu, alokasi terbesar kedua, sebesar 4,2 miliar dolar AS (sekitar 14,3 persen atau sekitar Rp68,3 triliun), digunakan untuk pembayaran gaji pegawai sekolah.

Dengan ketidakpastian masa depan USAID di bawah pemerintahan Trump, bantuan ekonomi lebih lanjut untuk Ukraina berisiko terhenti.

Hal tersebut memunculkan kekhawatiran terkait dengan keberlanjutan pembayaran bagi para pensiunan dan pegawai lembaga pendidikan di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awal pekan ini, Kantor pusat USAID di Washington resmi ditutup setelah Elon Musk menyatakan bahwa Presiden Donald Trump telah menyetujui pembubaran badan tersebut, sebut laporan koresponden RIA Novosti.

Sementara itu, CBS News, mengutip sumber yang mengetahui masalah itu, melaporkan bahwa USAID akan dilebur ke dalam Departemen Luar Negeri dan mengalami pengurangan staf, meskipun tetap berkomitmen pada upaya kemanusiaan. (ant/ree)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT