News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahlil Klaim Gaduh LPG 3 Kg Mereda: Semua Sudah Mulai Membaik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, klaim bahwa kegaduhan soal distribusi dan kelangkaan gas LPG 3 kg mulai mereda di masyarakat.
Selasa, 4 Februari 2025 - 14:42 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Jakarta, tvOnenews.comMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengklaim bahwa kegaduhan soal distribusi dan kelangkaan gas LPG 3 kg mulai mereda.

Hal itu ia ungkapkan usai sidak ke lapangan dan memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (4/2/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya tadi sidak kan ya turun ke lapangan untuk mengecek tentang kondisi terakhir. Alhamdulillah, semua sudah mulai melakukan perbaikan yang cukup bagus dan kondisinya tidak seperti kemarin,” ujarnya kepada wartawan.

Pemanggilan Bahlil ke Istana tak lepas dari polemik kebijakan pelarangan pengecer menjual LPG 3 kg yang sempat membuat masyarakat kesulitan mendapatkan gas subsidi tersebut.

Bahlil menegaskan bahwa kementeriannya akan merancang strategi baru untuk memastikan subsidi tetap tepat sasaran.

Menurutnya, pemerintah menggelontorkan Rp87 triliun per tahun untuk subsidi gas LPG 3 kg, namun distribusinya masih bermasalah.

“Subsidi kita ini banyak yang tidak tepat sasaran, itu satu dari sisi harga,” tegasnya.

Ia mengungkapkan bahwa secara perhitungan, harga maksimal LPG 3 kg seharusnya hanya Rp18.000—Rp19.000 per tabung. Namun, kenyataannya di lapangan, banyak oknum nakal yang menaikkan harga hingga Rp25.000—Rp30.000.

Tak hanya soal harga, Bahlil juga menyoroti praktik pengecer nakal yang mengoplos gas sebelum menjualnya kembali ke masyarakat.

“Selama ini yang terjadi dari Pertamina ke agen, agen ke pangkalan, itu masih bisa dikoordinir karena pakai aplikasi. Tapi pangkalan ke pengecer? Itu sudah susah untuk di-tracking,” katanya.

Ia mengakui bahwa salah satu kesalahan dalam kebijakan awal adalah tidak semua wilayah memiliki pangkalan resmi di dekat pemukiman warga.

“Biasanya jarak ke pangkalan itu cuma 50-100 meter, tapi ada juga yang sampai 500 meter hingga 1 kilometer,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Prabowo akhirnya mengeluarkan instruksi baru dengan menjadikan pengecer sebagai sub pangkalan resmi agar distribusi LPG 3 kg lebih mudah diakses masyarakat.

“Perintah Bapak Presiden kepada kami, baik tadi malam maupun tadi pagi, adalah memastikan subsidi tetap tepat sasaran, tetapi masyarakat juga harus mendapatkan LPG dengan cara yang mudah,” ungkap Bahlil.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT