News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satu Keluarga Dibunuh Adik Kandungnya Sendiri di Kediri, Motifnya karena Sakit Hati Tak Dipinjami Uang, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Ini motif kasus pembunuhan satu keluarga di Kediri, Jawa Timur. Pelaku adalah adik kandung dari salah satu korban yang merasa sakit hati tidak dipinjami uang.
Sabtu, 7 Desember 2024 - 10:16 WIB
Yusak, pelaku pembunuhan satu keluarga di Kediri yang dihabisi oleh adik kandungnya sendiri
Sumber :
  • Tangkapan layar - tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap motif kasus pembunuhan satu keluarga di Kediri yang ternyata dilakukan oleh adik kandung salah satu korban.

Warga Kecamatan Ngancar, Kediri, Jawa Timur dibuat geger setelah satu keluarga ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Hanya satu orang yang masih hidup tapi dalam kondisi kritis yakni sang anak bungsu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus pembunuhan satu keluarga di Kediri itu terungkap pada Kamis (5/12/2024) ketika seorang kolega datang ke rumahnya.

Korban pembunuhan satu keluarga di Kediri, Jawa Timur
Korban pembunuhan satu keluarga di Kediri, Jawa Timur
Sumber :
  • Tangkapan layar - tvOne

 

Diketahui, keluarga tersebut terdiri dari sepasang suami istri yang berprofesi sebagai guru SD, dan dua orang anak laki-laki.

Setelah dilakukan pemeriksaan barang bukti dan saksi, Polres Kediri akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan satu keluarga itu yakni Yusak, adik dari salah satu korban yaitu Kristiani.

Yusak merupakan seorang pengangguran yang juga residivis kasus penjambretan. 

Adapun motif pembunuhan satu keluarga di Kediri itu adalah karena Yusak merasa sakit hati tidak dipinjami uang oleh kakaknya.

"Motifnya sakit hati, tersangka meminjam uang kepada korban, tidak dibantu," kata Kapolres Kediri, AKBP Bimo Arianto, dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (7/12/2024).

Selain itu, pelaku juga menuding korban telah mengusir kedua orang tuanya.

"Satu lagi motifnya tersangka merasa sakit hati karena korban diduga mengusir orang tuanya, karena orang tuanya mau nikah lagi," tambah Bimo.

Kejadian pembunuhan itu berlangsung pada Selasa (3/12/2024) lalu. Saat itu, Yusak yang geram tidak dipinjami uang sang kakak datang membawa palu.

Ia kemudian memukul sang kakak yang berteriak. Teriakan itu pun didengar oleh sang suami.

Akhirnya, Yusak juga memukul kakak iparnya. Ia pun menghabisi nyawa suami istri tersebut.

Setelah itu, ia kemudian masuk ke kamar kedua anak pasangan guru tersebut dan juga menganiaya mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat dari penganiayaan itu, anak sulung keluarga tersebut tewas, sementara anak bungsu ditemukan selamat dalam kondisi kritis.

Tindakan keji yang dilakukan pemuda pengangguran itu dijerat pasal pembunuhan berencana. Atas tindakan biadabnya tersebut, Yusak terancam hukuman mati. (iwh)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral