News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Isran Noor Singgung Soal Politik Uang: Jangan Dijual untuk 5 Kg Beras atau Uang Rp1 Juta

Calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menyinggung soal politik uang biasanya banyak terjadi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu)
Minggu, 6 Oktober 2024 - 17:02 WIB
Calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com – Calon Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor menyinggung soal politik uang biasanya banyak terjadi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu)

Dalam kunjungannya ke Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kukar, pada Minggu (6/10/2024), ia menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam pemilihan umum. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di hadapan para warga, Isran menekankan bahwa harga diri dan suara pemilih tidak bisa diukur dengan materi, apalagi dalam bentuk iming-iming sesaat seperti beras atau uang tunai.

"Suara kalian tidak ternilai. Jangan biarkan harga diri kalian digadaikan hanya untuk 5 kg beras atau bahkan Rp 1 juta. Satu suara memiliki nilai yang sangat besar," ucap Isran Noor.

"Jika ada yang menawarkan 50 ton beras sekalipun, itu tidak ada artinya jika dibandingkan dengan nilai suara yang Anda miliki. Apalagi hanya Rp 100 ribu atau Rp 1 juta. Kenapa? Karena itu tidak akan membawa berkah dalam jangka panjang. Hargailah diri Anda dan jangan tergoda oleh pemberian sesaat," sambungnya.

Isran Noor kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh janji-janji kosong atau materi yang ditawarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Menurutnya, pemilihan adalah momentum penting yang harus digunakan dengan bijaksana demi masa depan yang lebih baik, bukan sekadar untuk keuntungan sesaat.

"Jangan biarkan uang atau barang mempengaruhi pilihan Anda. Janji-janji materi yang diberikan hanya untuk kepentingan sesaat tidak sebanding dengan dampak jangka panjang yang dihasilkan dari keputusan yang Anda buat. Harga diri dan masa depan Anda jauh lebih berharga daripada itu," lanjutnya.

Menjelang akhir pidatonya, Isran membuka sesi tanya jawab untuk berdialog langsung dengan warga. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada panitia acara karena durasi kampanye yang terbatas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika ada yang ingin bertanya, silakan. Saya mohon maaf kepada panitia jika harus memotong waktu. Selagi saya masih di sini, manfaatkanlah kesempatan ini," tutupnya.

Dalam kunjungan kampanyenya, Isran Noor tidak sendiri. Ia didampingi oleh calon Bupati Kukar, Edi Damansyah. (ant/ree)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral