News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sindiran Keras Habib Rizieq Setelah Diminta Ikut Demo: Kemarin Laskar Kita Dibunuh, Masuk Penjara, Kemana Aja? 

Habib Rizieq muncul, beri sindiran keras kepada pihak yang selama ini mencarinya untuk ikut demo beberapa waktu lalu. Menurutnya, mereka adalah orang yang..
Minggu, 8 September 2024 - 15:49 WIB
Habib Rizieq Shihab
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab nampaknya masih merasa kecewa dengan dirinya yang sempat dipenjara pada waktu masa Covid-19 sekaligus empat laskarnya yang meninggal dibunuh polisi.

Diketahui, pada tahun 2020 Habib Rizieq divonis penjara setelah terlibat kasus dugaan menghalangi tes swab Covid-19 RS Ummi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Habib Rizieq dijatuhi vonis empat tahun penjara namun bebas bersyarat pada tahun 2022.

Selain itu, di tahun 2020 juga terjadi penembakan terhadap laskar FPI dalam iring-iringan mobil Habib Rizieq di Tol Cikampek KM 50.

Empat laskar FPI ditembak hingga meninggal dunia oleh polisi yang saat itu mengejar Habib Rizieq.

Namun, para terdakwa pelaku penembakan divonis bebas oleh Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasasi.

Nampaknya, kejadian beruntun yang merugikan Habib Rizieq ini masih membuat imam besar FPI tersebut menyimpan rasa amarah dan kecewa. 

Di dalam sebuah rekaman video IBTV yang beredar di media sosial, Habib Rizieq menjawab pertanyaan mengapa dirinya tak ikut turun ke jalan saat aksi unjuk rasa besar-besaran soal 'Peringatan Darurat' kawal putusan MK beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, banyak pertanyaan ditujukan kepada dirinya pada saat aksi unjuk rasa itu terjadi.

Lantas, di mana Habib Rizieq saat begitu banyak lapisan masyarakat turun ke Gedung DPR/MPR dan KPU dalam aksi 'Peringatan Darurat' kawal putusan MK?

"Jawab saya gampang, lu gua turun, lu enggak turun," kata Habib Rizieq dalam video tersebut.

Selama ini, ia memang sudah sering turun untuk mengkritik pemerintah dan memimpin FPI untuk bergerak di masyarakat.

Ia juga menyinggung dirinya yang sempat dipenjara akibat Covid-19 serta laskar FPI yang meninggal dunia akibat ditembak polisi.

"Sampai capek, sampai kita dipenjara, sampai laskar kita dibunuh, lu pada diam aja," kata dia menegaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini, setelah semakin banyak kritik disampaikan untuk pemerintah, imam besar FPI ini merasa dirinya juga ikut dibawa-bawa.

Terkait hal tersebut, ia ingin melihat terlebih dulu sebelum turun ke jalan karena selama ini sudah banyak aktif menyuarakan kepentingan rakyat.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral