News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Akhirnya Terungkap Alasan PKS Tak Usung Anies di Pilgub Jakarta: Karena Kondisi Ini

Akhirnya terungkap alasan PKS tak mengusung Anies Baswedan pada Pilgub Jakarta 2024. Hal itu diungkapkan oleh  Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid
Selasa, 3 September 2024 - 18:05 WIB
Akhirnya Terungkap Alasan PKS Tak Usung Anies di Pilgub Jakarta: Karena Kondisi Ini
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Akhirnya terungkap alasan PKS tak mengusung Anies Baswedan pada Pilgub Jakarta 2024. Hal itu diungkapkan oleh  Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid kepada awak media, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (3/8/2024). 

Kata dia, bahwa PKS bakal tetap mengusung Anies Baswedan pada Pilkada Jakarta 2024, andaikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal ambang batas pencalonan kepala daerah dibacakan lebih cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ironisnya, lanjutnya menjelaskan, putusan  MK itu dibacarakan pada 20 Agustus 2024, sehari setelah PKS mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Ridwan Kamil-Suswono yang diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

“PKS sendiri kan sudah sangat jelas sejak dari awal ingin mengusung beliau (Anies). Tetapi karena kondisi yang kemudian tidak berlanjut karena tidak terpenuhinya kursi yang semula, sebelum adanya putusan MK itu,” ujar Hidayat.

“Tapi, putusan MK itu dibacakan sesudah PKS membuat keputusan baru yaitu bergabung dengan RK (Ridwan Kamil),” sambungnya.

Walaupun demikian, tika memutuskan mencabut dukungan dari Anies ke Ridwan Kamil.

Bahkan dirinya mengeklaim, PKS tetap memiliki independensi untuk mengambil langkah politiknya pada Pilkada Serentak 2024. 

“Bukti bahwa PKS tidak tersandera adalah bahwa di pilkada di luar Jakarta, PKS berkoalisi dengan pihak lain, tidak sepenuhnya dengan kekuasaan,” beber Hidayat.

Hidayat juga menyebutkan bahwa PKS tidak menyesal batal mendukung Anies pada Pilkada Jakarta.

Alasannya, PKS sudah berupaya optimal untuk mencari tambahan kursi parlemen DPRD DKI Jakarta dari partai politik (parpol) lain untuk mengusung Anies dan Sohibul Iman.

Akan tetapi, tambahan kursi itu tidak kunjung didapatkan hingga tenggat waktu yang ditetapkan, yakni 4 Agustus 2024.

“Kalau PKS ya, kita tidak menyesal, kita sudah mengupayakan maksimal untuk mendukung Pak Anies,” ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, PKS gembor-gembor akan mengusung duet Anies Baswedan-Sohibul Iman sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, tetapi akhirnya berpaling untuk mendukung Ridwan Kamil-Suswono.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain PKS, Anies juga sempat memperoleh dukungan dari Partai Nasdem, tetapi Nasdem juga ikut mendukung Ridwan Kamil-Suswono.

Akhirnya di ujung, Anies pun tidak berlaga pada Pilkada Jakarta 2024 meski elektabilitasnya merupakan yang tertinggi dibandingkan sejumlah tokoh lainnya. (aag)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral