News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

10 Jam 4 Terpidana Kasus Pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon Dicecar 40 Pertanyaan, Penyidik: Kami akan Terus Dalami

Penyidik Kasubdit 3 Bareskrim Polri akhirnya selesai melakukan pemeriksaan terhadap empat terpidana pembunuhan Vina dan Eky di Rutan Kelas 1 Kebon Waru Bandung.
Selasa, 6 Agustus 2024 - 10:15 WIB
Roely Panggabean
Sumber :
  • Ilham Ariyansyah-tvOne

Bandung, tvOnenews.com - Penyidik Kasubdit 3 Bareskrim Polri akhirnya selesai melakukan pemeriksaan terhadap empat terpidana pembunuhan Vina dan Eky di Rutan Kelas 1 Kebon Waru Bandung, Senin (5/8/2024).

Berdasarkan pantauan tvOnenews.com, sejak masuk ke dalam rutan pukul 13:30 WIB para penyidik mulai keluar dari pintu utama Rutan Kebon Waru pukul 23:30 WIB. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa Hukum Terpidana, Roely Panggabean, mengatakan bahwa tim dari Bareskrim tersebut melakukan pemeriksaan mengenai kronologi awal keberadaan pelaku saat terjadinya peristiwa tewasnya Vina dan Eky pada 2016 silam.

"Yang ditanyakan adalah di mana mereka berada ketika tindak pidana. Semua mereka mengatakan bahwa tidak di tempat kejadian perkara. Mereka semua mengatakan di tempat warung Bu Nining kemudian pindah ke rumah Pak Hadi terakhir tidur di rumah RT Pasren. Itu keterangan mereka kepada penyelidik," kata Roely usai mendampingi pemeriksaan empat terpidana di Rutan Kelas 1 Kebon Waru Bandung.

Tidak hanya itu, penyidik pula menanyakan keberadaan pelaku sejak tanggal 27 hingga 31 Agustus 2016 atau saat kejadian Vina dan Eky tewas dan sesudahnya.

Terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon. Dok: Istimewa

"Tadi hanya ditanya kegiatan mereka selama tanggal 27, 28, 29 sampai tanggal 31 Agustus. Ada di mana saja dan berbuat apa kemudian apa buktinya dan itu yang ditanyakan," ujarnya. 

Namun, kata Roely, empat terpidana, yakni Eka Sandi, Hadi Saputra, Rivaldi Aditya dan Suprianto tidak bisa menjawab semua yang ditanyakan penyidik lantaran tidak ingat 100 persen kegiatan pada bulan Agustus 2016 lalu.

"Faktanya handphone mereka disita sehingga mereka lupa lagi dan sebagian tidak ingat. Misalnya, ada foto pada waktu itu dan sebagainya. Tetapi secara umum mereka masih ingat tanggal pada waktu kejadian," ujarnya.

Dia menjelaskan para penyidik tersebut melakukan pemeriksaan selama 10 jam dan sekitar 50 pertanyaan yang ditanyakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semua sekaligus empat terpidana itu oleh empat penyidik dan waktunya cukup lama hampir 10 jam. Kalau pertanyaan mungkin 40 sampai 50 pertanyaan. Mungkin saking banyaknya itu ya," tandasnya.

Sementara itu, Penyidik Bareskrim Polri AKP Roni mengatakan pihaknya akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral