News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jelang Sidang PK Saka Tatal, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Psikologis Mantan Terpidana Kasus Vina Itu Penuh dengan Emosi

Menjelang sidang PK Saka Tatal, mantan terpidana kasus Vina itu menjalani tes psikolgi yang difasilitasi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Jumat, 19 Juli 2024 - 14:38 WIB
Mantan terpidana kasus Vina, Saka Tatal menjalani tes psikologi sebelum sidang PK
Sumber :
  • tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang sidang PK Saka Tatal, mantan terpidana kasus Vina itu menjalani tes psikolgi yang difasilitasi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Kuasa hukum Saka Tatal, Titin Prialianti mengatakan mantan terpidana kasus Vina tersebut saat ini berada dalam kondisi yang penuh emosi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hampir setiap kali Saka Tatal harus menjelaskan soal kisahnya menjadi terpidana kasus Vina, amarahnya menjadi terlihat.

Diketahui, Saka Tatal sudah menjalani vonis sebagai terpidana kasus Vina pada tahun 2016 dan diberi hukuman penjara delapan tahun.

Berbeda dari terpidana lainnya yang dihukum seumur hidup, hukuman untuk Saka Tatal tergolong lebih ringan karena di awal kasus Vina dirinya masih di bawah umur.

Meski demikian, ia mengaku mendapatkan penyiksaan yang sangat tidak manusiawi selama berada di dalam penjara, khususnya saat awal penyidikan.

Oleh karena itu, kini setiap kali menceritakan ulang pengalamannya, selalu terlihat emosi yang tidak stabil.

"Walaupun hanya obrolan sederhana, ditanya sama temannya, sama keluarganya, 'kamu apa sih yang terjadi dulu?' itu aura kemarahannya, gestur tubuhnya seperti menyimpan kepahitan yang luar biasa," kata Titin, diwawancarai tvOne, dikutip Jumat (19/7/2024).

Setelah kasus Vina kembali ramai, Saka Tatal kemudian dipaksa harus merekonstruksi kejadian yang menimpa dirinya di tahun 2016.

"Peristiwanya betul, dia dianiaya, dia dilakukan perbuatan yang menurut dia itu sangat luar biasa menyakitkan, tetapi ketika berbicara saat ini sepertinya diimbangi dengan amarah yang luar biasa," sambungnya.

Ia khawatir, jika emosi Saka Tatal tidak stabil di saat sidang PK mendatang justru akan terlontar kata-kata yang merugikan dirinya.

Di dalam sidang PK mendatang, Titin berharap kliennya itu dalam kondisi yang lebih stabil dan nyaman.

"Kalaupun dia harus bercerita atas apa yang terjadi, itupun bercerita dengan tenang, bukan dalam kondisi yang emosinya naik turun," kata dia lagi. 

Sementara itu, diketahui bawha sidang PK Saka Tatal akan digelar pada 24 Juli 2024 mendatang. (iwh)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral