News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Operasi Patuh Jaya, Ini 14 Pelanggaran yang jadi Target Tilang Polisi

Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Operasi Patuh Jaya 2024 yang akan dilaksanakan selama 14 hari mulai hari. Mulai dari tanggal 15 Juli hingga tanggal 28 Juli
Senin, 15 Juli 2024 - 20:04 WIB
Operasi Patuh Jaya, Ini 14 Pelanggaran yang jadi Target Tilang Polisi
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, tvonenews.com - Polda Metro Jaya menggelar kegiatan Operasi Patuh Jaya 2024 yang akan dilaksanakan selama 14 hari mulai hari. Mulai dari tanggal 15 Juli hingga tanggal 28 Juli 2024.

Operasi ini digelar di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya, seperti kota Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertemakan Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas’ untuk membangun Indonesia yang maju, aman, dan sejahtera.

“Yang mana ketertiban berlalu lintas merupakan cerminan dari kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat terhadap hukum, yang menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Emas atau cita-cita menuju Indonesia Emas,” ucap Karyoto, Senin (15/7/2024).

Karyoto menyebut bahwa dalam Operasi Patuh Jaya 2024 ini pihaknya menerjunkan sebanyak 2.938 personel Polda Metro Jaya dan Polres jajaran.

"Ini merupakan operasi kepolisian mandiri kewilayahan yang bersifat terbuka yang dilaksanakan dengan stakeholder terkait. Dengan melibatkan sebanyak 20 personel POM TNI Angkatan Darat, 20 personel POM TNI AU, 20 personel POM TNI AL, 20 personel Garnisun, 30 personel Dishub DKI Jakarta, dan 30 personel Satpol PP," papar Karyoto.

Lebih jauh, Karyoto memaparkan beberapa pelanggaran lalu lintas yang menjadi target dalam Operasi Patuh Jaya ini.

Berikut merupakan 14 Target dalam Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2024:

1. Pengendara yang melawan arus.

2. Pengendara yang berkendara dalam pengaruh alkohol

3. Pengendara yang menggunakan hp saat mengemudi

4. Pengendara motor yang tidak menggunakan helm SNI

5. Pengemudi Mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan

6. Pengendara/Pengemudi yang melebihi batas kecepatan.

7. Pengendara/Pengemudi yang dibawah umur atau tidsk memiliki SIM

8. Kendaraan Roda Dua yang berboncengan lebih dari satu

9. Kendaraan Roda Empat atau lebih yang  tidak memenuhi laik jalan

10. Kendaraan Roda Dua atau Empat yang tidak dilengkapi STNK

11. Kendaraan yang melanggar marka jalan

12. Kendaraan yang memasang rotator & sirine bukan peruntukannya

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

13. Kendaraan yang menggunakan plat nomor/TNKB palsu

14. Penertiban parkir liar. (rpi)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT