News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sebelum Meninggal karena Depresi, Nabila Sempat Telepon Pelaku Bullying Berinisial AN Minta Temannya Lakukan Ini...

Siti Aminah ibunda korban perundungan bernama Nabila Fitri Nuraini menceritakan gejala sakit yang dialami anaknya, setelah mendapatkan bullying. Ini katanya.
Senin, 10 Juni 2024 - 18:22 WIB
Nabila Fitri Nuraini
Sumber :
  • Tim tvOne/Ilham

Bandung Barat, tvOnenews.com - Siti Aminah ibunda korban perundungan bernama Nabila Fitri Nuraini (18) menceritakan gejala sakit yang dialami anaknya, setelah mendapatkan bullying.

Aksi bullying tersebut diduga dilakukan oleh teman kelas Nabila di Salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cihanjuang, Parongpong Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nabila yang saat ini menginjak usia 18 tahun itu harus mengalami depresi selama 3 minggu dan dinyatakan meninggal dunia pada Kamis 30 Mei 2024 lalu.

Sosok Nabila yang selalu pendiam di lingkungan keluarganya itu diduga telah mengalami aksi bullying sejak kelas 1 SMK di sekolahnya.

Siti Aminah menceritakan apa yang dialami anaknya sebelum meninggal dunia.

Ia menceritakan, Nabila kerap mengamuk dan meluapkan emosinya saat berada di rumah.

"Sakitnya pada 8 Mei langsung drop tidak ada demam gejalanya kaya meluap-luapkan emosi tetapi tidak terkontrol," kata Aminah tvOne, Senin (10/6/2024).

Sejak merasa sakit dan emosi tak terkontrol, Nabila Fitri Nuraini dinyatakan meninggal pada 30 Mei 2024.

"3 minggu almarhum sakit lalu meninggal," kata Aminah.

Saat anaknya masih hidup, ia sempat berkomunikasi dengan pihak sekolah tempat Nabila belajar, tetapi tidak direspons dengan baik.

"Pihak sekolah terlambat karena sebelumnya saya dari tanggal 13, tetapi tanggapannya dikira tidak separah itu, sampai-sampai saya kirimkan video almarhum," ujar Aminah.

Sebelum meninggal dunia sempat berkomunikasi dengan AN melalui telepon genggamnya dan meminta teman sekaligus terduga pelaku bullying itu agar segera merubah sikap sebelum timbul korban lain.

"Almarhum saat itu pernah berkeinginan mendatangkan AN. Saya sampai datang baik-baik ke rumah AN malah mereka menyuruh anak saya ke rumahnya. Lalu video call bersama pelaku 'titip pesan untuk merubah sikap kamu, saya ikhlas jadi korban kamu tetapi saya tidak ikhlas kalau ada korban lain'" katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya siswi Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diduga menjadi korban perundungan oleh teman kelasnya hingga meninggal dunia. 

Almarhumah yang bertempat tinggal di Kampung Centeng, RT 05 RW 07, Desa Cihanjuang, Parongpong, Bandung Barat, Jawa Barat tersebut, mengalami depresi hingga meninggal dunia. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral