News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Eks Kabareskrim Lagi-lagi Sindir Saksi Aep, Minta Gugurkan Bila Beri Keterangan di Pra Peradilan: Jangan Ikut Gendeng Kayak Dia

Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji ini justru menyindir saksi yang dianggap menjadi saksi kunci dalam persidangan 8 tahun lalu maupun saat ini, yaitu Aep.
Rabu, 5 Juni 2024 - 03:32 WIB
Eks Kabareskrim Lagi-lagi Sindir Saksi Aep dalam Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
Sumber :
  • Kolase tim tvOnenews.com/ VIVAnews

tvOnenews.com - Kasus pembunuhan Vina kini semakin rumit. Setelah 8 tahun lamanya muncul saksi-saksi baru yang ingin mengungkap kejadian tersebut.

Saksi-saksi yang bernama Melmel dan Aep ini cukup menyita perhatian publik berdasarkan seluruh pernyataannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baik Melmel maupun Aep secara mengejutkan mengungkapkan bahwa keduanya mengetahui bagaimana detik-detik pembunuhan Vina dan Eky yang dilakukan oleh Pegi Setiawan alias Perong dan kawan-kawan.

Saksi Aep dan Melmel
Saksi Aep dan Melmel dalam kasus pembunuhan Vina. (Kolase tvOnenews/ Tim tvOne)

Namun, pernyataan para saksi justru diragukan oleh mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji.

Eks Kabareskrim Polri, Susno Duadji ini justru menyindir saksi yang dianggap menjadi saksi kunci dalam persidangan maupun saat ini, yaitu Aep. 

“Saksi yang kita soroti, pertama adalah saksi Aep yang katanya diagungkan sebagai saksi kunci,” ungkap Susno Duadji pada program acara Catatan Demokrasi, tvOne, pada Selasa (4/6/2024).

“Kalau menurut saya itu saksi kunci, kunci Inggris. Kunci inggris itu baut kecil bisa, baut besar bisa, sesuai pesanan. Yang pasti nggak masuk akal lah,” lanjutnya sambil tertawa.

Susno menyoroti pernyataan saksi Aep ketika melihat Pegi dan kawan-kawan beraksi di dekat tempat kerjanya. 

“Anak kecil pun tahu, saya tidak kenal dengan Pegi yang ditangkap sekarang. Tapi saya melihat peristiwa itu, di depan pencucian (mobil), saat beli rokok di warung depan tempat cucian,” ujarnya.

“Setelah dicek, warungnya nggak ada, bahkan sampai sekarang pun warungnya nggak ada. 8 tahun yang lalu, tidak kenal orangnya tapi ingat wajahnya,” sambungnya.

Dirinya melihat adanya kejanggalan dari pernyataan saksi Aep tersebut, bahkan Eks Kabareskrim Polri ini sampai menyamakan mata saksi seperti pesawat tempur.

“Dia lihat dari jarak 100 meter tahu warna sepeda motornya, ini si mata elang ini Falcon, pesawat tempur Amerika itu,” sindirnya.

Dalam hal ini, Susno Duadji justru meminta Hakim yang akan menangani praperadilan agar menggugurkan saksi tersebut.

“Tolong kalau hakim, ini (Aep) dijadikan saksi praperadilan, gugurkan saja. Kita nggak usah ikutan gendeng kayak dia. Sudah jelas nggak beres,” tegas Susno Duadji.

Susno Duadji
Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji. (VIVA)

Meski demikian, Susno masih berpendapat adanya kemungkinan bila keterangannya adalah benar. 

Namun, keterangannya tersebut menjadi tidak ada harganya bila hanya ada satu saksi. 

“Seandainya saksi Aep ini benar apa yang diterangkan, juga tidak ada harganya. Karena satu saksi itu bukan saksi,” katanya.

“Tambah saksi yang dipenjara yang sekarang jadi saksi mahkota. Tapi saksi mahkota sebagian besar bahkan mungkin seluruhnya sudah cabut keterangannya,” terus Susno.

Bukan hanya itu, Susno juga menyoroti amar putusan pengadilan 8 tahun lalu bahwa memang benar disebutkan nama Pegi, namun tidak ada nama Pegi Setiawan.

“Sekarang yang dipersoalkan, apa dasar penentuan si Pegi ini menjadi tersangka,” ujarnya.

Eks Kabareskrim ini meyakini bahwa polisi telah sukses untuk menemukan tersangka, Pegi Setiawan. 

Seluruh saksi telah mengkonfirmasi bahwa orang yang telah ditangkap itu merupakan Pegi Setiawan.

“Satu yang jadi pertanyaan besar, Apakah Pegi ini adalah pelaku sehingga ditetapkan sebagai tersangka?” tanya Susno Duadji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski bukti yang dikumpulkan saat sidang sebelumnya tidak cukup kuat, namun Eks Kabareskrim ini meyakini Polri masih menyembunyikan alat bukti lainnya.

“Kalau bukti visum untuk alasan penahanan ini kurang kuat. Tetapi saya punya keyakinan, ada alat bukti yang masih disembunyikan Polri,” tandasnya. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral