News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mantan Terpidana Kasus Vina Didatangi Polisi Tunjukkan Foto 3 DPO, Saka Tata: Fotonya Beda Jauh Sama Pegi

Kasus pembunuhan Vina di Cirebon kembali dibicarakan publik setelah 8 tahun berlalu, Saka Tatal mengaku didatangi oleh polisi yang menunjukkan foto DPO, tapi...
Senin, 3 Juni 2024 - 17:35 WIB
Saka Tatal Ungkap Foto DPO Pegi Setiawan alias Perong Beda Jauh
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tim tvOnenews - Ilham

tvOnenews.com - Kasus pembunuhan Vina di Cirebon kembali dibicarakan publik setelah 8 tahun berlalu, hingga saat ini otak dari kasus ini masih belum diketahui.

8 orang terpidana tengah menjalani proses hukum. Kini bertambah satu orang bernama Pegi Setiawan alias Perong telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Vina ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, ditambahnya Pegi Setiawan alias Perong justru membuat kasus ini semakin rumit. 

Seorang mantan terpidana yang telah menjalani masa tahanannya, Saka Tatal mengaku belum lama ini dirinya didatangi oleh sejumlah anggota polisi di rumahnya.

Saka Tatal
Mantan Terpidana Kasus Pembunuhan Vina, Saka Tatal. (Tim tvOne)

Menurut Saka, anggota polisi tersebut datang kepada Saka untuk mengidentifikasi ketiga DPO dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky yang sebelumnya telah disebarluaskan polisi.

Saka menyatakan anggota polisi memperlihatkan foto dari Pegi alias Perong, Andi, dan Dani.

“Dua minggu yang lalu ada anggota kepolisian dari Polresta Cirebon dan Polda Jabar datang kerumah dan menanyakan yang DPO tersebut,” ungkap mantan terpidana, Saka Tatal saat ditemui oleh tim tvOne. 

Ia mengaku para anggota polisi tersebut memperlihatkan 3 foto DPO yang salah satunya diduga sebagai Pegi Setiawan alias Perong. 

Akan tetapi menurut Saka Tatal, foto Pegi Setiawan alias Perong yang ditunjukkan oleh polisi saat itu sangat berbeda dengan Pegi yang telah ditetapkan sebagai tersangka saat ini.

“Di kasih tahu foto-fotonya ada nama-namanya, yang di foto sama yang ditangkap sekarang itu beda jauh,”  ujarnya.

Dari ciri-ciri pada foto DPO tersebut, Saka mengatakan muka Pegi Setiawan yang berada di Foto dan yang telah ditangkap dan menjadi tersangka sangat berbeda jauh. 

“Ciri-cirinya tuh dari muka sama dari telinga aja sudah beda, telinga katanya kan tindikan, bolong. Sama dari muka aja udah beda sama Pegi yang sekarang,” katanya.

Mantan terpidana, Saka Tatal telah menjalani hukuman atas kasus pembunuhan Vina dan Eky.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saka Tatal mendapat vonis yang berbeda dari terpidana lainnya lantaran saat itu dirinya masih berusia 15 tahun. 

Meski telah bebas dari hukuman, Saka tetap membantah dirinya terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon. (Kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral