News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Momen Pegi Setiawan Dibungkam Anggota Polisi Terekam saat Rilis Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan Vina di Polda Jabar

Polda Jawa Barat (Jabar) akhirnya merilis kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eky dengan menampilkan tersangka Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Iriawan.
Minggu, 26 Mei 2024 - 14:10 WIB
Momen Pegi Setiawan Dibungkam Anggota Polisi Terekam saat Rilis Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan Vina di Polda Jabar
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Polda Jawa Barat (Jabar) akhirnya merilis kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eky dengan menampilkan tersangka Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Iriawan.

Saat rilis di Polda Jabar, Pegi Setiawan diduga dikawal oleh dua anggota polisi di belakangnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pegi yang mengenakan kaus warna biru itu awalnya hanya tertunduk saat mendengar penjelasan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast.

Namun, di sela-sela penjelasan kronologi itu, Pegi tampak berani memperlihatkan wajahnya ke kamera.

Sesekali, Pegi pun menggelengkan kepalanya, serata tidak setuju dengan penjelasan polisi terkait pengungkapan kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Melihat tingkah tersebut, salah satu anggota polisi pengawal tersangka itu pun tampak memegang lengan Pegi.

Pegi tampak tak nyaman dengan perlakuan tersebut hingga terus bergerak agar tidak ada yang memegangnya.

Seusai penjelasan dari polisi, terdapat momen tanya jawab dengan wartawan yang menunggu informasi perkembangan kasus pembunuhan Vina.

Tak hanya itu, sesekali wartawan pun ingin mendengar penjelasan dari Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Iriawan terkait penetapannya sebagai tersangka.

Akan tetapi, dua anggota polisi yang mengawal tersebut tampak mendapat arahan agar mengamankan Pegi.

Momen Pegi Setiawan dibungkam anggota polisi itu pun terekam saat keduanya berusaha menutupi mulut tersangka.

Meski demikian, Pegi berhasil menyuarakan penjelasan polisi yang dianggap tidak benar.

Dengan lantang, Pegi menampik semua kronologi yang dijabarkan Polda Jabar.

Usai pihak Polda Jabar melakukan conference press, Pegi Setiawan secara spontan dengan nada suara tinggi mengatakan difitnah dan dijadikan kambing hitam terhadap kasus tersebut. 

"Saya tidak pernah melakukan pembunuhan itu. Ini di Fitnah," teriak Pegi di Polda Jabar, Minggu (26/5/2024).

Merasa difitnah dalam kasus pembunuhan tersebut, Pegi pun menyebut rela mati jika diperlukan. 

"Ini fitnah saya rela mati," pungkasnya. 

 

Lagi-lagi Pegi pun merasa tuduhan yang dilakukan Polda Jabar tersebut adalah salah dan dirinya megaku tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan tersebut. 

 

"Saya tidak pernah sama sekali melakukan pemerkosaan," katanya.

 

Pegi juga menyampaikan bahwa nama sebutan Robi Iriawan itu bukan niat menghilangkan jejak, melainkan nama panggilan. 

 

"Identitas (Robi Iriawan) itu nama panggilan saya," ujar Pegi. 

 

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast menyebut Pegi Setiawan alias Perong alias Robi Iriawan memiliki peran penting terhadap pembunuhan Vina dan Rizky Rudiana alias Eky korban asal Cirebon.

 

"Peran Pegi Setiawan alias Robi Iriwan berdasarkan keterangan dari saksi pada tanggal 20 Mei 2024 kemudian 22 Mei 2024 dan 25 Mei 2024 yaitu menyuruh dan mengejar korban Rizki dan korban Vina dengan menggunakan balok kayu," kata Kombes Jules Abraham Abast saat Conference pres di Mapolda Jabar, Minggu (26/5/2024).

 

Jules menyampaikan tersangka Pegi dan kawan-kawan membawa kedua korban ke lahan kosong dan menganiaya Vina dan Eky menggunakan samurai dan tangan kosong.

 

"kemudian memukul korban Rizky dan Vina dengan tangan kosong ke arah tubuh

 

Lalu, membonceng korban Rizky menuju lahan kosong di belakang bangunan showroom mobil seberang SMP Negeri 11 Cirebon bersama dengan Rivaldi.

 

Selanjutnya, tersangka Pegi memukul dan menyabetkakan samurai pendek berbentuk pipa ke korban Rizky.

 

"Dan memukul korban Vina dengan menggunakan tangan kosong mengenai hidung sampai mengeluarkan darah," ungkapnya.

 

Tidak sampai di situ, para tersangka ini juga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap Vina setelah dipukul menggunakan balok kayu.

 

"Lalu mengangkat korban Vina kedekat korban Rizky kemudian mencium dan memegang payudara memperkosa korban Vina dan membunuh korban dengan cara dipukul menggunakan balok kayu,"katanya.

 

Usai membunuh Vina, tersangka Pegi dan tersangka lain membawa korban menuju Flyover dan meninggalkanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

"Selanjutnya membawa korban Vina ke flyover dan meninggalkannya" imbuhnya.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral