GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Sopir Bus Kecelakaan Maut di Ciater Ungkap Detik-detik Kronologi Sebelum Peristiwa Nahas 11 Orang Tewas: Ada yang Tidak Normal

Sopir bus rombongan SMK Lingga Kencana memberi kesaksiannya atas kecelakaan maut yang menewaskan belasan orang di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, (11/5)
Senin, 13 Mei 2024 - 14:47 WIB
Sopir bus kecelakaan maut di Ciater ungkap detik-detik kronologi sebelum peristiwa nahas 11 orang tewas.
Sumber :
  • Antara / Raisan Al Farisi

tvOnenews.com - Sopir bus rombongan SMK Lingga Kencana memberi kesaksiannya atas kecelakaan maut yang menewaskan belasan orang di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Sabtu (11/5/2024) malam.

Kecelakaan maut yang terjadi pada bus pariwisata tersebut itu tepatnya terjadi di Jalan Palasari, Ciater sekitar pukul 18.45 WIB pada Sabtu Malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden itu menelan belasan korban jiwa dari puluhan penumpang yang menaiki bus pariwisata tersebut.

Kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang. (Antara/Raisan Al Farisi)

Tercatat sebanyak 11 penumpang bus rombongan SMK Lingga Kencana meninggal dunia dan 1 orang lainnya yakni pengendara motor akibat kecelakaan di Ciater tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham mengatakan terdapat 11 korban jiwa dalam insiden kecelakaan maut itu. 

"Nah dari 11, 10 penumpang terdiri dari guru dan siswa, pelajar SMK," kata Jules kepada awak media, Jakarta, Senin (13/5/2024).

Kombes Jules Abraham mengatakan bahwa dari belasan korban jiwa itu tidak semuanya berstatus pelajar dari SMK Lingga Kencana Depok.

Tetapi ada juga seorang pengendara motor yang terlibat pada insiden kecelakaan maut tersebut turut menjadi korban meninggal dunia.

"Kemudian ada satu korban warga sekitar yang parkir kemudian kena terlibat dengan kecelakaan tersebut dan meninggal di tempat. Satu guru pendamping siswa, sembilan siswa," ungkapnya

Untuk sementara, korban yang mengalami luka-luka sebanyak 23 orang, luka berat dua orang, dan 21 orang mengalami luka ringan yang ditangani di Puskesmas Palasari.

Sopir bus ungkap kronologi kecelakaan

Sopir bus rombongan siswa SMK yang mengalami kecelakaan, Sadira memberikan kesaksiannya saat peristiwa kecelakaan terjadi.   

Sadira mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi setelah maghrib dan bus akan melanjutkan perjalanan singgah ke rest area. Bus mengalami rem blong saat akan menurun.   


Kesaksian sopir bus kecelakaan maut di Ciater soal detik-detik kronologi sebelum peristiwa nahas 11 orang tewas.

Sang sopir berusaha mencari penyelamat seperti antisipasi rem blong di jalan tanjakan.  

Namun Sadira mengatakan tidak melihat jalur penyelamat di area tersebut. Bus masih dalam keadaan normal pada saat berangkat dari Depok menuju alun-alun Bandung hingga menginap di daerah Cihampelas.  

Sadira sudah mulai merasa ada yang tidak normal dengan kendaraan yang dikendarainya pada saat akan kembali menuju Depok.  

“Besok paginya kan rencana tujuan kembali ke Depok, tapi emang ada acara makan siang di Kurnia Jatim. Dari Kurnia Jatim langsung ke Tangkuban Parahu. Nah di tangkuban perahu saya sudah terasa tuh di atas, rem dalem,” tutur Sadira.  
Dirinya pun berinisiatif menghubungi montir untuk memperbaiki rem yang dirasa tidak normal.  

Setelah rem diperbaiki, Sadira mengatakan semuanya aman terkendali. Rem pun sudah normal kembali.  

Setelah itu, bus kembali menuju tempat istirahat untuk makan. Sadira pun sempat kembali mengecek rem untuk memastikan segalanya aman menuju Depok.

"Aman (remnya) kan sudah setel, montir pun, sudah saya injak aman. Mungkin kalau ada kendala dari situ kan, tahu sendiri Tangkubang Parahu turunannya lebih curam," tuturnya.

Berdasarkan pengakuan sang sopir bahwa pada saat jalanan Tangkuban Parahu masih aman, dan tanjakan emen. 

Namun, dalam perjalanan tersebut, baru terasa bahwa rem blong. Sadira pun berinisiatif untuk mencari jalur penyelamat untuk rem blong.

"Saya berinisiatif untuk mencari tempat penyelamat, biasanya kan di turunan ada (jalur) penyelamat. Tapi ternyata tidak ada," tuturnya.  

Namun ternyata tidak ada area jalur penyelamat di jalan turunan tersebut. 

Sadira mengatakan bahwa dirinya melihat tiang listrik di kanan jalan, sehingga berinisiatif untuk mengarahkan laju bus ke kanan jalan agar bus berhenti.

"Mobil dari arah berlawanan, jadi sebelum mobil itu lewat, saya buang ke kanan, nah ternyata di kanan ada motor satu," katanya.

"Kalau nggak ada tiang listrik, itu mobil masih jalan terus masih menurun," terangnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika tidak melakukan antisipasi tersebut, bus akan terus turun dan menabrak banyak kendaraan di depannya. 

Sebelum kejadian kecelakaan tersebut, Sadira pun sempat mengomunikasikan bahwa kendaraan mengalami rem blong kepada kondektur dan juga tour leader. (raa/ind)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Terbentur Hukum Adat, 6 Korban Inses di Ngada NTT Tak Bisa Kembali Pulang ke Tempat Tinggalnya

Kasus kekerasan seksual sedarah (inses) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, penanganan kasus ini menghadapi tantangan
Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?

Kemenkes sebut Biang Kerok Praktik Sunat Perempuan di Indonesia, Bagus Tidak untuk Kesehatan?

Kemenkes baru-baru ini sebut biang kerok praktik sunat perempuan di Indonesia. Sontak, hal ini menuai pertanyaan publik, apakah sunat bagi perempuan bagus untuk
Awas Salah Prosedur dan Terjadi Sengketa, Ini Cara Urus Alih Hak Sertifikat Tanah Warisan

Awas Salah Prosedur dan Terjadi Sengketa, Ini Cara Urus Alih Hak Sertifikat Tanah Warisan

Sebagian warga Indonesia masih banyak belum mengetahui detail terkait urus alih hak sertifikat tanah warisan. Lantas, bagaimana cara urus alih hak sertifikat
Dijadwalkan Hadapi Arslanbek Makhmudov, Tyson Fury Klaim Comeback ke Ring Tinju Tanpa Pelatih

Dijadwalkan Hadapi Arslanbek Makhmudov, Tyson Fury Klaim Comeback ke Ring Tinju Tanpa Pelatih

Tyson Fury engklaim akan menjalani persiapan tanpa pelatih jelang duel melawan Arslanbek Makhmudov pada 11 April di Tottenham Hotspur Stadium.
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Momen buka bersama keluarga mulai direncanakan. Selain itu, momen manis lainnya juga ada, kebersamaan suami dan istri dalam menyiapkan sahur

Trending

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Comeback-nya Ronaldo Sukses Pecahkan Rekor Baru dalam Sejarah Liga Pro Saudi, Apa Itu?

Berkat gol di laga melawan Al Fateh tersebut, Ronaldo resmi memecahkan rekor terbaru dalam sejarah sepak bola Arab Saudi. Apa itu?
Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Kabar Baik untuk Arsenal! Riccardo Calafiori Pulih Jelang Lawan Wolves di Liga Inggris

Bek Arsenal Riccardo Calafiori dipastikan siap tampil menghadapi Wolverhampton Wanderers pada laga lanjutan Liga Inggris, Kamis (19/2/2026)
10 Ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H, Ide Caption Media Sosial

10 Ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H, Ide Caption Media Sosial

Berikut 10 contoh ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1447 H, ide caption media sosial.
Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Ditanya Terkait Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1447 H Berbeda, Menag: Jadikanlah Perbedaan Konfigurasi Indah

Pemerintah menetapkan awal puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis (19/2/2026). Namun, sebagian menetapkan awal puasa tidak sama
Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Ternyata Hukum Peluk dan Cium Istri saat Ramadhan Tidak Membatalkan Puasa dengan Catatan ini

Momen buka bersama keluarga mulai direncanakan. Selain itu, momen manis lainnya juga ada, kebersamaan suami dan istri dalam menyiapkan sahur
Penasaran soal Hoki Masa Depan, Warga Medan Ikut Ritual Tjiam Si di Pecinan Glodok

Penasaran soal Hoki Masa Depan, Warga Medan Ikut Ritual Tjiam Si di Pecinan Glodok

Perayaan Imlek 2026 di kawasan Petak Sembilan, Pecinan Glodok, Jakarta Barat, ternyata menarik perhatian masyarakat bukan Tionghoa. Salah satunya warga Medan, 
Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT