Polemik mahalnya biaya UKT hingga IPI menjadi perbincangan yang alot, hingga berujung pembungkaman demokrasi di Indonesia. Tak lain karena perbuatan rektor.
Polemik Mahalnya UKT Berujung Pembungkaman Demokrasi! Pengamat: Mengapa Harus Mahal?
Sumber :
istimewa - Istock photo
Jakarta, tvOnenews.com - Polemik mahalnya biaya uang kuliah tunggal (UKT) berujung pembungkaman demokrasi.
Pasalnya, seorang mahasiswa hampir dipenjarakan Rektor karena mengkritik mahalnya baiaya UKT.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sekilas mengingat insiden di Universitas Riau (Unri). Di mana Rektor Unri Sri Indati polisikan mahasiswanya yang membuat konten video kritikan soal mahalnya biaya UKT.
Mahasiswa yang dilaporkan itu bernama Khariq Anhar, seorang mahsiswa Fakultas Pertanian Unri.
Ironinya, ia buat konten kritikan itu tak sendiri, melainkan empat orang. Namun, hanya ia seorang diri yang dilaporkan ke polisi terkait ITE.
Memang polemik mahalnya biaya UKT ini tak hanya bergulir di satu kampus saja, melainkan berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Bahkan menjadi perbincangan berbagai tokoh hingga menuai komentar dari berbagai pengamat kebijakan Pendidikan.
Satu di antaranya, Pengamat kebijakan pendidikan, Prof Cecep Darmawan. Ia mengungkapkan, bahwa enerapan iuran pengembangan institusi (IPI) atau uang pangkal untuk mahasiswa jalur mandiri adalah sebuah dilema bagi perguruan tinggi negeri (PTN).
Selain itu, ia menilai, perguruan tinggi tentu tidak mau membebankan biaya mahal kepada mahasiswanya.
"Perguruan tinggi kalau ditanya, sebenarnya tidak mau juga biaya mahal-mahal kepada mahasiswa. Saya yakin perguruan tinggi tidak mau mahal," ungkapnya seperti yang dikutip dari media massa, Minggu (10/5/2024).
Akan tetapi, ia juga menyebutkan, pada kenyataannya pemerintah saat ini sebagai sumber dana primer PTN malah memberikan sumber dana yang terbatas.
Oleh karena itu, katanya, mau tidak mau perlu pemasukan lain untuk menunjang pengembangan PTN, satu di antaranya dari IPI.
"Kalaupun ada (IPI) untuk kelas mandiri menurut saya itu harusnya seringan mungkin, jangan terlalu jomplang," beber Cecep.
Ilustrasi Mahasiswa Unjuk Rasa soal Biaya UKT
Di samping itu, ia akui, bahwa dirinya kurang sepakat, bila adanya jalur mandiri yang disertai pungutan uang pangkal dengan jumlah fantastis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebab, ia menilai, bagaimanapun menuntut ilmu di perguruan tinggi negeri harus jauh lebih terjangkau dibanding berkuliah di kampus yang dikelola swasta.
"PTN bagaimanapun harus jauh lebih murah daripada kuliah di perguruan tinggi swasta, karena kan bangunan dari pemerintah, tanah dari pemerintah, kenapa harus mahal?" ucapnya.
Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah merampungkan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 yang digelar pada 3–7 Februari 2026 di Majeh Arena, Wadas, Karawang.
Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya meskipun harus mengakui keunggulan Iran melalui adu penalti pada final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2/2026).
Pelatih kepala timnas futsal Indonesia Hector Souto mengaku bangga dengan perjuangan para pemainnya meskipun harus mengakui keunggulan Iran melalui adu penalti pada final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2/2026).
Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) telah merampungkan Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026 yang digelar pada 3–7 Februari 2026 di Majeh Arena, Wadas, Karawang.
Kejutan diberikan oleh Persib Bandung setelah Adam Przybek tak masuk skuad Super League. Sang legenda Made Wirawan tiba-tiba terdaftar pemain di putaran kedua.
Kabar positif untuk pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Striker keturunan Depok yang terbuka gabung skuad Garuda, Dean Zandbergen, menggila di Belanda.
Load more