Rumah Juang Jokowi Wadah Untuk Perjuangan Perempuan di Indonesia
- Istimewa
“Para perempuan ini RJ2 ini mereka siap untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan perubahan positif bagi Indonesia,” kata Utje.
Ketua Umum Relawan Prabowo-Gibran Indonesia Maju (PENEMU), Sinda Sutadisastra yang juga tergabung dalam RJ2 menepis stigma bahwa dalam organisasi tak hanya berisikan anggota perempuan, melainkan juga laki-laki.
Sebab kata dia, di organisasi yang ia pimpin, anggotanya terdiri dari gender perempuan dan laki-laki.
“Stigma itu harus dihilangkan bahwa perempuan tidak saja bisa memimpin perempuan tapi laki-laki juga,” kata Sinda.
Sinda mengakui sebagai seorang pemimpin perempuan, terdapat tantangan yang berat.
Ia juga menyadari bahwa ketidaksetaraan gender masih menjadi masalah yang besar di masyarakat, termasuk dalam hal bencana.
"Waktu bencana diantaranya pembalut wanita, pampers dan susu anak- anak itu sering dilupakan untuk menjadi bagian dari donasi masyarakat,” ucap Sinda Sutadisastra.
Sementara itu Ketua relawan Tim Hukum Merah Putih, C Suhadi menuturkan bahwa sosok Kartini sebagai simbol perempuan hebat, telah berhasil membangun image di kalangan bangsawan dan penjajah.
Menurutnya bahwa perempuan harus sejajar dengan laki- laki dalam hal berprestasi dan berbuat untuk bangsa dan negaranya.
“Hal ini bukan dalam bentuk orasi atau teriak teriak di lapangan Monas. Akan tetapi perjuangannya dituliskan dalam tinta emas yang kita kenal habis gelap terbitlah terang dan perjuangnya dirasakan sampai sekarang, bahwa perempuan sama dimata semua makhluk baik perempuan dan laki laki atau yang kita emansipasi,” kata C Suhadi. (raa)
Load more