News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fakta-Fakta Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Polisi Temukan Keanehan

Belakangan ini, kasus ibu bunuh anak di Bekasi, begitu menyita perhatian. Pasalnya, ada beberapa keanehan dalam kasus pembunuhan bocah berusia 5 tahun tersebut.
Sabtu, 9 Maret 2024 - 05:45 WIB
Fakta-Fakta Ibu Bunuh Anak di Bekasi, Tertawa saat Diinterogasi Polisi
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta, tvOnenews.com - Ibu kandung bunuh anak di Bekasi, begitu menghebohkan publik. Pasalnya, sang Ibu SNF (26) usai membunuh dengan 20 tusukan di tubuh korban, malah tertawa saat diinterogasi polisi, Kamis (7/3) kemarin.

Lantas, bagaimana fakta-fakta ibu kandung bunuh anak sendiri di kediamannya?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

- Rekan Ayah Korban

Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Yuliati menceritakan, pihaknya mendapatkan informasi melalui Bhabinkamtibmas di perumahan tersebut.

Pada saat itu, terdapat seorang saksi dari rekan ayah korban mendatangi rumahnya. Ayah korban diketahui sedang berada di luar kota.

Saat saksi mengetuk pintu rumah, ternyata tidak ada respons. Adapun rumah tersebut ditinggali ibu korban, saudara ayah korban, balita berusia 2 tahun, dan 
korban.   

"Begitu si tamu itu datang tidak boleh masuk, begitu dipaksa masuk, ternyata udah ada darah, akhirnya dia larilah ke sekuriti yang di depan," ungkap Kompol Yuliati  Kamis, (7/3/2024).

Kemudian, sekuriti berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek Bekasi Utara untuk olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Lanjutnya jelaskan, bahwa korban tergeletak bersimbah darah di atas tempat tidur. 

Mirisnya, tubuh korban ditemukan ada bekas luka tusukan, diperkirakan hingga 20 kali tusukan.

"Bersimbah darah di tempat tidurnya, begitu di sana kita olah TKP. Ini masih belum jelas antara 18 atau 20 tusukan," jelas Yuliati.

- Hasil Olah TKP

Kemudian, berdasarkan olah TKP, kepolisian mengamankan pisau dapur yang diduga sebagai alat untuk menikam korban hingga tewas.

Selanjutnya, korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, tak lain untuk menjalani autopsi.

"Dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi," pungkas Kapolsek. 

- Alasan Ibu Bunuh Anak

Dirkrimum Polda Metro Jaya,  Kombes Wira Satya Triputra bercerita, terduga pelaku pembunuhan yang merupakan ibu kandung berinisal SNF (26) menghabisi nyawa anak AAMS (5) secara membabi buta, saat korban sedang tertidur.

"Dari pengakuan (dihabisi) pada saat (korban) tidur,” ujar Wira kepada wartawan, Kamis (7/3/2024).

Lanjutnya menceritakan, bahwa terduga pelaku mengaku tega menusuk buah hatinya hingga 20 tusukan, lantaran mendapatkan bisikan gaib.

“Nanti masih dalam pendalaman tapi hasil wawancara sementara bahwa terduga pelaku mendapat bisikan gaib,” ungkapnya.

Meski demikian, polisi, kata Wira, akan mendalami kondisi kejiwaan pelaku.

- Usai Membunuh Anak, Sang Ibu Tertawa

Ironinya, usai membunuh anak kandungnya, lalu SNF diperiksa atau diinterogasi polisi. Mirisnya, saat diperiksa, ia malah tertawa, sehingga polisi menduga sang ibu kandung terindikasi mengalami gangguan jiwa saat habisi nyawa balita yang merupakan anaknya AAMS (5).

Hal itu dikatakan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra. Bahkan dia jelaskan, “Kondisi yang bersangkutan  masih stabil, dan mohon maaf tadi pada saat diambil keterangan sedikit tertawa.”

Oleh sebab itu, untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku, Polres Metro Bekasi Kota, kata dia, akan menggandeng Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (Apsifor).

“Tentunya nanti kita akan berkoordinasi dengan Apsifor maupun pemeriksaan psikologi terhadap terduga pelaku,” imbuhnya.

- Didiagnosa Alami Skizofrenia

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Muhammad Firdaus mengatakan, SNF (26) seorang ibu kandung yang membunuh anaknya AAMS (5) secara sadis didiagnosa alami gangguan kejiwaan skizofrenia atau gangguan emosi, delusi, halusinasi, pikiran terorganisir dan gangguan persepsi.

Lanjutnya jelaskan,  temuan tersebut merupakan hasil pemeriksaan dari tim psikolog yang melibatkan Komisi Perlidungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi dan Dinas Perlidungan Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A).

“Hasil dari pemeriksaan terhadap pelaku, ini akibat dari adanya kalau dari hasil psikologi, pelaku ini terindikasi skizofrenia yang dialami pelaku yaitu dapat dijelaskan ada gangguan emosi, delusi, halusinasi, pikiran terorganisir dan gangguan persepsi,” terangnya.

Menurut Firdaus, gangguan kejiwaan itu membuat SNF berhalusinasi sehingga tega membunuh buah hatinya sendiri. 

Keanehan psikologi yang dialami oleh tersangka, kata Firdaus, sudah terjadi sejak 2 bulan terakhir. Hal itu diketuhui oleh suami tersangka yang merasakan perbedaan prilaku tersangka. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap suami tersangka itu mengetahui ada keanehan lebih kurang dua bulan terakhir, nah keanehan ini yang diduga suaminya ini faktor terjadinya kejadian ini,” ungkapnya.

Keanehan yang dimaksud, lanjut Firdaus, mengandung unsur SARA. Sehingga dia tidak menjelaskannya secara detail pada kesempatan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ya keaneahan yang dimaksud itu halusinasi jadi kalau saya jelaskan apa kata-katanya ini ada mengandung SARA. Jadi mohon maaf tidak bisa saya sebutkan di dalam rilis,” ujarnya. (aag)

Baca berita tvOnenews.com lainnya di Google News.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Menjelang Vonis, CMNP Bantah Spekulasi Soal Gugatan terhadap Hary Tanoe

Menjelang Vonis, CMNP Bantah Spekulasi Soal Gugatan terhadap Hary Tanoe

Pihaknya telah menyampaikan argumentasi hukum yang disertai bukti, dokumen, serta keterangan saksi dan ahli.
Dedi Mulyadi Sindir Keras Generasi Z, Lebih Pilih Gelar Pesta Pernikahan Mewah Ketimbang Punya Rumah Padahal..

Dedi Mulyadi Sindir Keras Generasi Z, Lebih Pilih Gelar Pesta Pernikahan Mewah Ketimbang Punya Rumah Padahal..

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyoroti rendahnya kepemilikan rumah di kalangan anak muda, khususnya Generasi Z (Gen Z). Pasalnya kerap terjebak..
DPRD Jabar Turun ke SMK IDN Bogor, Kawal Ketat Proses Perizinan hingga Pastikan KBM Siswa

DPRD Jabar Turun ke SMK IDN Bogor, Kawal Ketat Proses Perizinan hingga Pastikan KBM Siswa

DPRD Jabar pastikan fungsi pengawasan dijalankan secara maksimal, termasuk dengan turun langsung ke SMK IDN Bogor guna memastikan KBM berjalan sesuai aturan.
Menteri HAM Natalius Pigai Angkat Bicara soal Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi: Tak Ada Manfaatnya, Tempuh Dialog

Menteri HAM Natalius Pigai Angkat Bicara soal Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi: Tak Ada Manfaatnya, Tempuh Dialog

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai akhirnya angkat bicara perihal Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla yang dilaporkan ke polisi. 
Kepala Dinkes DKI: Suhu Tinggi El Nino Tingkatkan Risiko Heatstroke dan Penyakit Kronis

Kepala Dinkes DKI: Suhu Tinggi El Nino Tingkatkan Risiko Heatstroke dan Penyakit Kronis

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengingatkan dampak negatif dari fenomena El Nino ekstrem terhadap kesehatan.
Ramalan Keuangan Zodiak 17 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 17 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 17 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, ungkap peluang rezeki, keputusan penting, dan kondisi finansial.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 17 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 17 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 17 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo, ungkap peluang rezeki, keputusan penting, dan kondisi finansial.
Kepala Dinkes DKI: Suhu Tinggi El Nino Tingkatkan Risiko Heatstroke dan Penyakit Kronis

Kepala Dinkes DKI: Suhu Tinggi El Nino Tingkatkan Risiko Heatstroke dan Penyakit Kronis

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengingatkan dampak negatif dari fenomena El Nino ekstrem terhadap kesehatan.
Jay Idzes hingga Ole Romeny Diizinkan FIFA Main, Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN Cup 2026

Jay Idzes hingga Ole Romeny Diizinkan FIFA Main, Timnas Indonesia 'Ketiban Durian Runtuh' di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia pun bak "ketiban durian runtuh" dengan sederet privilese yang membuat jalan mereka menuju juara di FIFA ASEAN Cup terasa seperti jalan tol.
Reaksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai Korlantas Polri Putuskan Bayar Pajak Perpanjang STNK Tanpa KTP Berlaku Nasional

Reaksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi usai Korlantas Polri Putuskan Bayar Pajak Perpanjang STNK Tanpa KTP Berlaku Nasional

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) bahagia Korlantas Polri menetapkan pembayaran pajak kendaraan pepanjang STNK tanpa KTP pemilik pertama berlaku nasional.
Terima Kasih Vietnam, Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 2026 jika Skenario Ini Terjadi

Terima Kasih Vietnam, Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 2026 jika Skenario Ini Terjadi

Timnas Indonesia U-17 bisa memastikan diri lolos ke semifinal Piala AFF U-17 2026 setelah pertandingan melawan Malaysia. Hal itu akan melibatkan raihan Vietnam.
Jadwal Siaran Langsung Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Kesempatan Terakhir Megawati Hangestri Menuju Grand Final

Jadwal Siaran Langsung Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Kesempatan Terakhir Megawati Hangestri Menuju Grand Final

Jadwal siaran langsung final four Proliga 2026 seri Semarang, di mana pekan ini akan menjadi kesempatan terakhir bagi Megawati Hangestri dan kawan-kawan untuk mengamankan tiket menuju babak grand final.
Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Terungkap, Fakta-fakta Mengerikan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Baru-baru ini terungkap fakta-fakta mengerikan kasus dugaan pelecehan seksual mahasiswa FH UI. Sontak, hal ini menyedot perhatian hingga komentar publik.
Selengkapnya

Viral