Sekjen REPRO Singgung Pendidikan, Ingatkan Gen Z dan Milenial Bijak Memilih
- Tim tvOnenews/Julio Trisaputra
Menurutnya dengan tingkat pendidikan yang tinggi, tingkat kemiskinan dapat ditekan karena masyarakat lebih mampu memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Namun, tragisnya, untuk mendidik 53 juta murid hanya tersedia 3,36 juta guru di Indonesia dan untuk memberi asupan pada 9 juta mahasiswa menurut Badan Pusat Statistik (BPS) hanya terdapat 316.912 dosen di Indonesia pada 2022.
"Di sinilah pentingnya kita memilih pemimpin yang berkomitmen untuk mencetak pendidik andal demi menciptakan pendidikan berkualitas. Dari ketiga calon presiden saat ini, kita bisa melihat hal tersebut pada satu orang," jelasnya.
Padahal, menurut Arya Indonesia saat ini sudah memiliki Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Jika diakumulasikan, selama periode 2010-2022 LPDP sudah menerima Dana Abadi di Bidang Pendidikan dari APBN sebesar lebih dari Rp119 triliun.
Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, 11 tahun lalu saat LPDP baru dimulai hanya ada dana Rp1 triliun, dan sekarang sudah mencapai Rp139,1 triliun.
Dari dana tersebut, LPDP menyekolahkan putra-putri terbaik Indonesia ke universitas terbaik di seluruh dunia untuk menopang kemajuan masa depan Indonesia.
Sri Mulyani merinci setidaknya ada 40.174 putra-putri terbaik di Indonesia yang sudah disekolahkan perguruan tinggi favorit seluruh dunia dalam beasiswa murni LPDP.
Di sisi lain, kerja sama LPDP dengan Kemendikbud Ristek membiayai 159.752 penerima beasiswa dan Kementerian Agama sebanyak 20.089 orang.
Selain pemberian beasiswa, Sri Mulyani menyebut, LPDP telah memberikan dana penelitian sebanyak 2.426 proyek riset.
Adapun simpanan dana abadi pendidikan di Indonesia sebesar 10 miliar dolar AS atau setara dengan Rp150 triliun (Kurs Rp15.000).
"Karena persentase penerima LPDP baru menyentuh 0,01 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah mahasiswa penerima manfaat LPDP yang baru 200 ribuan itu belum cukup untuk syarat Indonesia sebagai negara maju."
"Karenanya, kita harus mendorong upaya untuk meningkatkan kemampuan generasi muda sebagai upaya mewujudkan visi Emas 2045," papar Arya.
Menurtnya bila Indonesia mampu memaksimalkan anggaran pendidikan yang ada, maka Indonesia akan memiliki tenaga kerja terdidik yang memiliki produktivitas lebih tinggi.
Terlebih dalam era Revolusi Industri 4.0, pendidikan memiliki peran kunci dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi perubahan cepat dalam teknologi dan pasar kerja.
Load more