News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Arya Sadhana Soroti Prabowo Soal Sektor Kesehatan: Indonesia Harus Cetak Dokter Baru

Dalam debat terakhir, Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto singgung tantangan pada sektor kesehatan di Indonesia. Hal itu mendapat sorotan dari Arya Sadhana
Selasa, 13 Februari 2024 - 23:43 WIB
Prabowo Subianto di Kampanye Akbar di GBK
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Julio Trisaputra

Jakarta, tvOnenews.com - Dalam debat terakhir, Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto menyoroti tantangan pada sektor kesehatan di Indonesia. 

Pada kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan solusi untuk mengatasi masalah di sektor tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyampaian Prabowo soal kesehatan mendapat tanggapan dari aktivis 98, Arya Sadhana.

"Itulah kenapa kami di gerakan moral Pemilu Damai Pemilih Pandai atau #PDPP mengajak pemilih muda baik milenial maupun Generasi Z untuk memilih calon presiden yang paham bagaimana membangun Indonesia lewat berbagai sektor, salah satunya sektor kesehatan," kata Arya Sadhana dalam keterangannya, Selasa (13/2/2024).

Menurutnya salah satu yang harus digenjot adalah menciptakan barisan dokter yang mampu memberi pelayanan kesehatan bagi rakyat Indonesia. 

Sebab berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah dokter di Indonesia pada 2022 hanya mencapai 176.110.

Jumlah tersebut merupakan gabungan dari dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, dan dokter gigi spesialis. 

Angka tersebut sangatlah kurang untuk melayani 278,7 juta penduduk Indonesia.

Menurut data World Health Organization (WHO) yang dihimpun Index Mundi, rasio dokter Indonesia hanya 0,47 dokter per 1.000 penduduk. 

Rasio dokter Indonesia itu tergolong buruk, jauh di bawah standar WHO yang minimalnya 1 dokter per 1.000 penduduk. 

Pada akhirnya, angka rasio itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-139 dari 194 negara, serta terbawah ketiga di ASEAN. 

Untuk mencapai rasio tersebut, maka Indonesia saat ini masih kekurangan lebih dari seratus ribu dokter.

"Melihat itu semua, Indonesia sudah harus segera mencetak dokter-dokter baru untuk melayani ratusan juta masyarakat Indonesia," jelasnya.

Diketahui, Indonesia bila merujuk data 2022 hanya memiliki 92 fakultas kedokteran yang bisa memproduksi 2.700 lulusan spesialis per tahun. 

Angka ini masih sangat kecil bila melihat kebutuhan yang ada.

Menurut Arya, pendanaan pendidikan kedokteran bisa disokong oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang memiliki Dana Abadi Bidang Pendidikan lebih dari seratus triliun rupiah.

Nantinya, para dokter tersebut akan disebar untuk melayani masyarakat Indonesia secara merata. 

Sebab saat ini berdasarkan data SISDMK Dirjen tenaga kesehatan Februari tahun 2023, dari 10.428 Puskesmas, sebanyak 97,49 Puskesmas sudah memiliki tenaga dokter. Namun masih ada 272 puskesmas yang belum memiliki dokter.

Secara lebih rinci, Puskesmas yang memiliki layanan rawat inap tercatat sebanyak 4.238 unit. 

Sedangkan, Puskesmas yang tidak punya rawat inap sebanyak 6.178 unit.

Namun sayangnya, data lain menunjukkan bahwa jumlah desa di Indonesia mencapai 75.265 yang tersebar di 36 provinsi.

Artinya, hanya sekitar 13,77 persen dari jumlah desa yang sudah memiliki Puskesmas, masih jauh dari target untuk satu desa memiliki satu Puskesmas.

"Itulah kenapa fasilitas kesehatan yang terjangkau dan berkualitas harus segera diwujudkan dan hanya satu orang calon presiden yang mampu mewujudkannya," bebernya.

Tak hanya itu, saat ini anggaran kesehatan Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp187,5 triliun, meningkat 8,7 perden atau Rp15,0 triliun.

Hal tersebut dibandingkan outlook anggaran kesehatan 2023 yang digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Menurut Arya Sadhana, penting meningkatkan anggaran tersebut demi mewujudkan fasilitas kesehatan yang berkualitas dan terjangkau untuk seluruh masyarakat Indonesia.

"Visi misi calon presiden terpercaya sudah dipahami oleh masyarakat. Sebab hanya calon presiden inilah yang memiliki banyak program unggulan dan berani meneruskan program bermanfaat yang sudah diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo."

"Karenanya, amanah memajukan bangsa dan negara Indonesia kita serahkan kepada calon presiden ini," tutup Arya.

Diketahui, Prabowo-Gibran mendapatkan atensi tinggi dari masyarakat.

Hal tersebut diketahui dalam berbagai lembaga survey, salah satunua Lembaga Survei Nasional (LSN) yang merilis hasil survei elektabilitas capres-cawapres 2024 pada 10 Februari 2024. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Survei yang dilakukan LSN pada 4-9 Februari 2024 di 38 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia dengan jumlah sampel 1.200 responden menghasilkan data bahwa pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul jauh dengan 51,9 persen.

Angka tersebut ada di atas hasil dari Anies Baswedan-Muhaimin (24,3 persen), Ganjar Pranowo-Mahfud Md (18,7 persen), dan pemilih yang belum menentukan pilihan (5,1 persen).

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral