News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkuak, Cerita Kesaksian Anies Baswedan Di-Reshuffle Jokowi, Nama Prabowo Ikut Terseret

Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan bercerita soal di-reshuffle Jokowi, mengaku mendapat hikmah dari itu semua untuk jalan ke Pilkada DKI.
Kamis, 11 Januari 2024 - 18:05 WIB
Calon Presiden (capres) Nomor Urut 1, Anies Baswedan.
Sumber :
  • Tvonenews.com/Muhammad Bagas

Jakarta, tvOnenews.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan bercerita soal di-reshuffle Jokowi, mengaku mendapat hikmah dari itu semua untuk jalan ke Pilkada DKI.

Anies Baswedan pada awalnya bercerita detik-detik dirinya di-reshuffle Presiden Jokowi sebagai Menteri Pendidikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi menunjuk Muhadjir Effendy menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, menggantikan Anies Baswedan. 

Kolase Foto Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. (tvOnenews/Muhammas Bagas)

Anies Baswedan resmi dilantik pada 27 Oktober 2014 sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Kabar Anies Baswedan dicopot dari Kabinet Kerja langsung menjadi perhatian publik saat itu, hingga memberikan spekulasi karena mantan Rektor Universitas Paramadina ini termasuk Menteri yang tidak terdengar bermasalah.

Anies Baswedan mengaku bersyukur ketika dirinya di-reshuffle sebagai Menteri Pendidikan, karena mendapat hikmat di balik itu semua.

"Pada waktu itu ada 7 yang diganti, orang-orang baru masuk di dalam pemerintahan, ini berbeda dengan hanya pertimbangan teknokrasi, kalau pertimbangan teknokrasi saja itu pasti ada hitam di atas putihnya, ini yang harus kerjakan ini nggak, kalau ini ada kelompoknya yang harus diakomodasi, ya gimana nih harus masuk nih, harus ada pergeseran," ujarnya dilansir Youtube Abdel Achrian. 

"Karena itulah saya tidak menganggap itu sebagai masalah. Saya bersyukur di-reshuffle, boleh cek sama semua orang yang berada di dalam proses itu, ketika reshuffle itu ada saya bilang, Alhamdulillah," sambungnya.

Anies meyakini bahwa Allah punya rencana yang sempurna untuknya, dan pasti ada hikmah yang besar di balik reshuffle ini.

"Tapi hikmah itu gak pernah datang kemarin, hikmah selalu datangnya besok, jadi pada waktu itu tunggu aja hikmahnya apa," tuturnya.

Pria yang pernah menempuh di UGM itu mengatakan bahwa pada saat itu 27 Juli dirinya di-reshuffle, kemudian pada 23 September, atau 2 bulan kemudian ia dicalonkan jadi Gubernur.

"Dicalonkan atau mencalonkan?" tanya Abdel Achrian.

"Dicalonkan," jawab Anies.

Capres Nomor Urut 1, Anies Baswedan saat Debat Capres-Cawapres Ketiga di Istora Senayan. Jakarta, Minggu (7/1/2023)

Merespons hal tersebut, Anies Baswedan mengaku saat itu dicalonkan menjadi Gubernur DKI pada Pilkada 2017.

"Berarti Mas Anies diminta? bukan menyodorkan diri gua pingin jadi Gubernur ah," tanya kembali Abdel.

"Gimana kita mau nyodorin diri, partai enggak ada, uang enggak ada, mau dari mana kita minta," tutur Anies Baswedan.

"Yang minta siapa Mas?" tanya Abdel.

"Ada ceritanya nih," terang Anies.

Singkatnya, Anies Baswedan saat itu dihubungi oleh Aksa Mahmud untuk diminta menjadi Calon Gubernur, untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Waktu saya di kontak,'Wah pak saya gak pernah kepikir, gak pernah kepikir sama sekali, Jakarta gitu, gak pernah kebayang," ujarnya.

"Jadi waktu itu saya bilang,'Pak boleh gak saya mikir dulu,'karena it's never on my plan," terangnya.

Akhirnya Anies Baswedan meminta ijin untuk minta restu kepada ibunya dan istri.

"Anies kalau ini kepengenan Anies, nggak usah. Tapi kalau Anies diminta, bismillah," ucap Anies menirukan ibunya.

"Nah September awal, saya kena demam berdarah, kemudian dirawat di Rumah Sakit. Nah pas saya dirawat rumah sakit itulah Ketua Partai itu datang, saya lagi diinfus, ditanyain bersedia nggak jadi calon Gubernur," sambungnya.

Karena menurut angka survei nama Anies Baswedan ada.

"Jadi sama sekali saya ini tidak terlibat, rapat nggak ikut, anggota partainya juga bukan, tapi angka surveinya ada di situ," tuturnya.

"Singkat cerita menjelang pendaftaran tanggal 23, saya juga tidak tahu persis bagaimana proses di dalam, karena banyak versi, siapa yang mengusulkan, siapa yang membahasnya, karena saya nggak ikut, karena saya gak tahu, ada yang bilang Si A, ada yang bilang si B, dan kepada semuanya mudah-mudahan jadi catatan amal soleh tuh, bahwa ini untuk kebaikan kita semua" sambungnya.

Anies Baswedan cerita pertemuan dengan Prabowo Subianto

Capres nomor urut dua Prabowo Subianto. (Antara)

Lanjut Anies bercerita bahwa soal peristiwa dirinya dipanggil bertemu dengan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

"Malam-malam saya ditelepon diminta datang ke tempat Prabowo, yang pak Prabowo bilang itu datang ke rumahnya, saya dipanggil datang ke situ, saya nggak ikut rapat, dan saya juga nggak proses di dalamnya gimana tuh sampai di ujungnya, ada banyak versi lah," paparnya.

Anies bercerita bahwa malam itu merupakan pertemuan pertama kalinya dengan Prabowo Subianto, sementara ia adalah bekas Juru Bicara dari Presiden Jokowi.

"Saya waktu itu bekas juru bicaranya Pak Jokowi, kebayangkan datang ke situ bekas juru bicara Pak Jokowi," terangnya.

"Pak Prabowo waktu itu bilang,'buat saya yang penting adalah kita harus menyelamatkan Jakarta, kita harus mengembalikan Jakarta, jangan sampai retak, pecah, waktu itu, beliau merasa bahwa kepemimpinan itu terjadi karena beliau yang mengusulkan di tahun 2012.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anies menerangkan bahwa di mana dalam perjalanannya Prabowo Subianto merasa tidak tepat, dan harus diganti sosok Gubernur DKI.

"Karena saya yang dulu mengusulkan, maka saya pula yang harus bisa menggantikan, dan siapapun itu yang bisa menggantikan, itu yang beliau sampaikan," pungkasnya. (ind)

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, Klik di sini

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral