News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Prabowo Bilang Indonesia Jangan Bernasib Seperti Gaza, Bila Militer Indonesia Lawan Israel, Siapa Lebih Unggul? 

Isu pertahanan dan keamanan khususnya kekuatan militer dalam negeri pada pekan ini menjadi tema perdebatan yang hangat usai sesi debat ke tiga Calon Presiden (Capres) pada Minggu, 7 Januari 2024, kemarin.
Rabu, 10 Januari 2024 - 05:00 WIB
Artillery Strike Fire Power Demo Roket Astros II MK 6 Pussenarmed di Pantai Setrojenar, Kebumen
Sumber :
  • Tim tvOne - Tim tvOne

tvOnenews.com - Isu pertahanan dan keamanan dalam negeri pada pekan ini menjadi tema perdebatan yang hangat usai sesi debat ke tiga Calon Presiden (Capres) pada Minggu, 7 Januari 2024 kemarin.

Para capres saling adu gagasan tentang bagaimana kekuatan militer Indonesia di kancah dunia untuk melindungi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto misalnya, beberapa kali mengingatkan agar Indonesia harus memiliki kekuatan militer yang mumpuni.

Prabowo memberikan contoh tentang nasib warga Palestina di Gaza yang kini masih terus berjuang melawan penjajahan Israel.

Perlawanan pejuang Gaza melawan Israel kerap berlangsung tidak seimbang, karena Israel memiliki militer yang lebih besar dan didukung dengan peralatan tempur mutakhir.

Lalu jika hal yang sama diperhadapkan dengan Indonesia, bagaimana kekuatan militer Indonesia jika dibandingkan dengan militer Israel?

Dilansir dari laman globalfirepower.com, sebuah situs yang membedah kekuatan militer seluruh negara di dunia, peringkat kekuatan militer Indonesia rupanya tidak mengecewakan.

Dalam catatan Global Fire Power (GFP) di tahun 2023, militer Indonesia menempati urutan 13 di dunia dengan skor 0,2221, atau terkuat di Asia Tenggara.

Posisi urutan 13 ini lebih rendah dibanding Jepang di urutan ke 8, tapi lebih kuat dibanding Australia di posisi 16, Iran di posisi 17 dan Israel di posisi 18.

Meskipun secara peringkat Israel berada 5 tingkat dibawah Indonesia, namun dalam beberapa aspek, kedua negara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Dalam perbandingan data yang ditunjukkan GFP, Indonesia dan Israel sama-sama memiliki sejumlah keunggulan dalam aspek militer dan pertahanan negara.

Beberapa aspek yang menjadi pembanding oleh GFP adalah aspek kekuatan militer darat, laut dan udara, serta aspek lainnya seperti jumlah populasi, anggaran pertahanan serta cadangan devisa.


1.Populasi Penduduk

Secara populasi, Indonesia jauh unggul dengan total populasi 277.329.163, jumlah ini lebih banyak 268.414.278 jiwa dibanding Israel yang hanya memiliki populasi penduduk sebanya 8.914.885

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


2.Personel Militer

Soal sumber daya personel militer, dengan pupulasi penduduk yang hampir mencapai 300 juta jiwa, Indonesia tentu memiliki personel militer yang jauh lebih banyak.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral