News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tega! Kedua Orang Tua Pukuli Anak Kandungnya Hingga Tewas

Pasangan suami istri AP (33) dan SD (25), Rabu (24/11/2021) pukul 23.00 WIB diamankan Sat Reskrim Polsek Babat Toman. warga Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman ini melakukan kekerasan
Jumat, 26 November 2021 - 21:30 WIB
Tega, Kedua Orang Tua Pukuli Anak Kandungnya Hingga Tewas
Sumber :
  • Tim Tvone/ Puja Kusuma

Musi Banyuasin, Sumsel - Pasangan suami istri AP (33) dan SD (25), Rabu (24/11/2021) pukul 23.00 WIB diamankan Sat Reskrim Polsek Babat Toman. Pasalnya warga Kelurahan Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman ini melakukan kekerasan terhadap anak kandungnya, Andika Pratama, hingga meninggal dunia.

Perbuatan tega yang dilakukan pasutri ini terjadi hanya beberapa jam sebelum diamankan oleh polisi, tepatnya pukul 20.00 WIB. Kekerasan tersebut dilatarbelakangi karena sang anak memiliki keterbelakangan mental dan sering bertingkah tidak wajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan informasi yang didapat oleh tvonenews.com, pasangan suami istri ini merasa kesal karena sering melihat anaknya bertingkah laku tidak wajar. Seperti buang air besar (BAB) sembarangan, berceceran didalam rumah bahkan ditempelkan di dinding.

Puncaknya terjadi pada Rabu (24/11/2021, sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu, SD melihat anaknya buang air besar (BAB) sembarangan dan kotorannya berceceran mulai dari depan rumah hingga ke belakang. Tidak sampai disitu, ia melihat anaknya memakan kotorannya sendiri.

Karena hal itulah, SD sebagai ibu kandungnya merasa kesal dan naik pitam. Ia memukul anaknya dengan menggunakan gayung mandi hingga mengenai bagian kepala anaknya. Tak puas sampai disitu, sang suami pun ikut kesal dan memukuli korban dengan menggunakan selang plastik pada bagian belakang tubuh anaknya hingga meninggal dunia.

Setelah melihat anaknya lemas, kedua pasutri ini menghubungi orang tuanya. Lalu, anak malang tersebut dibawa ke rumah sang nenek. Warga yang melihat kematian anak di bawah umur secara tidak wajar, langsung menghubungi pihak Polsek Babat Toman.

Tidak beberapa lama, piket fungsi dipimpin Kapolsek Babat Toman AKP Ady Akhyat dan Kanit Reskrim IPDA Lekat Haryanto menuju ke lokasi.

Ketika di lokasi polisi menemukan korban sudah meninggal dunia dengan luka robek, luka lecet dan memar di sekujur tubuh. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Babat Toman untuk dilakukan pemeriksaan Visum Et Revertum. 

“Kekerasan yang dilakukan oleh kedua orang tua ini secara berulang-ulang, karena melihat anaknya yang bertingkah laku secara tidak wajar,” jelas Kapolsek Babat Toman AKP Ady Akhyat, Jumat (26/11/2021). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, lanjut kapolsek, perbuatan kedua pasangan suami istri itu tentulah menyalahi aturan. “Terlebih lagi, ketika anaknya mengalami luka parah, tidak langsung dibawa ke rumah sakit, namun sebaliknya dibawa ke rumah orangtua dari salah satu pelaku, hingga akhirnya sang bocah itu menghembuskan nafas terakhir,” imbuhnya.

Akibat tindakan pasutri tersebut, keduanya dikenakan Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan atau pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman penjara lebih dari 15 tahun. (Puja Kusuma/ Wna)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT