Lukas Enembe Lempar Mic Marah-marah, Sidang Pemeriksaan Terdakwa Ditunda
- Haries Muhamad-tvOne
Jakarta, tvOnenews.com - Lukas Enembe lempar mic marah-marah, sidang pemeriksaan terdakwa ditunda.
Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa Gubernur Papua non-aktif Lukas Enembe di Pengadilan Tipikor Jakarta diwarnai sedikit kericuhan karena Lukas Enembe tidak senang dicecar jaksa soal penukaran uang dari rupiah ke dolar Singapura.
Di awal persidangan, Lukas Enembe duduk di kursi terdakwa didampingi pengacaranya, yakni Petrus Bala Pattyona. Sebab, kondisi Lukas Enembe sulit berbicara.
Dalam beberapa kesempatan, Lukas Enembe bernada tinggi bila dikonfirmasi jaksa soal fee hingga pada akhirnya dia naik pitam karena dicecar terus oleh jaksa KPK.
Ini bermula saat Lukas Enembe dicecar oleh jaksa soal penukaran uang dari rupiah ke dolar Singapura ke seseorang bernama Dommy Yamamoto.
Dalam kesaksiannya di sidang lalu, Dommy menerima Rp22,5 miliar dari Lukas Enembe untuk ditukarkan menjadi mata uang asing.
Uang itu disebut digunakan untuk aktivitas judi Lukas Enembe di luar negeri. Sementara itu, Lukas Enembe berkilah uang tersebut digunakan untuk berobat.
Dalam sidang, jaksa menggali soal mekanismenya penukaran uang itu. Menurut Lukas Enembe, uang diurus melalui ajudan.
Jaksa menggali soal perintah Lukas Enembe ke ajudan untuk mengambil uang itu. Atas pertanyaan tersebut, Lukas Enembe banyak menjawab tidak tahu.
"Makanya saya tanya detail. Benar tidak peristiwanya seperti ini? Ketika saya tanya detail, Anda bingung," kata jaksa.
"Tidak tahu," jawab Lukas Enembe.
Jaksa kembali menanyakan perintah Lukas Enembe ke ajudan soal uang itu. Dia sempat menjawab tapi dengan tidak terlalu jelas.
"Ajudan," ucap Lukas Enembe.
"Ajudan bagaimana? Anda menyuruhnya bagaimana?," tanya jaksa.
"[Tanya] Baik-baik," jawab Lukas Enembe dengan emosi.
Dia bahkan tampak mencoba berdiri ke arah jaksa sambil mengacungkan mic. Namun, pengacara mencoba menahannya.
"Karena beliau sudah jawab tidak tahu, jangan terlalu ditekanlah. Ini berpengaruh," ujar pengacara.
"Bukan ditekan, tapi untuk menjelaskan," kata hakim.
“Betul. Beliau sudah mengatakan lewat ajudan. Tapi karena ditanya terus mengenai itu, beliau jadi emosi," timpal pengacara.
Load more