News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Video Moeldoko Salat di Kereta dengan Tayamum yang Salah, Lalu Bagaimana Tata Cara Tayamum yang Benar?

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Moeldoko baru-baru ini viral di media sosial atas aksinya karena melakukan salat di kereta. Namun yang menjadi sorotan adalah saat dirinya melakukan tayamum
Kamis, 31 Agustus 2023 - 13:26 WIB
Moeldoko Tayamum
Sumber :
  • YouTube Buya Yahya dan Tiktok @kanjengsolo

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Moeldoko baru-baru ini viral di media sosial atas aksinya karena melakukan salat di kereta. Namun yang menjadi sorotan adalah saat dirinya melakukan tayamum

Hal itu lantaran diketahui kini kereta telah difasilitasi dengan adanya toilet dan wastafel. Tindakan Moeldoko menjadi pertanyaan mengapa dirinya malah memilih untuk melakukan tayamum. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pagi2 video ini melintas di medsos, saya jadi ingin bertanya. Di kereta VVIP biasanya ada toilet & wastafel, kenapa Bapak tayamum….?,” tulis akun X (Twitter) @ferizandra yang dikutip pada Kamis, (31/8/2023). 

Dalam video yang beredar, Moeldoko dinilai melakukan tata cara tayamum yang salah. Terlihat dalam video, Moeldoko menempelkan kedua telapak tangan ke dinding dan diusap ke kedua tangannya. Setelahnya ia pun mengusap pada bagian kaki. 

Hal ini menjadi pertanyaan bagi warganet yang menonton video tersebut. Banyak yang memberikan komentar atas aksi yang dilakukan oleh Moeldoko. 

“Cara tayamum aja sdh salah apalah pula ibadah selanjutnya. Syarat sahnya sholat didahului dgn wudhu atau tayamum yg benar. Wallahu ta'ala a'lam,” tulis @rahmaniarbaftim 

“Ini mengikuti Mazhab yang mana dan aliran apa,” sambung @Safa_Andriana

“Pertanyaan saya,di kereta di sediakan tempat sholat masa air utk wudhu nya gak ada?.” ujar @palala67950297

Dalam tulisan yang diunggah pada akun @ferizandra, aksi Moeldoko mendapatkan tanggapan oleh Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin. Ia menganggap bahwa tindakan Moeldoko merupakan hal yang normal. 

Namun bagaimana tata cara tayamum yang baik dan benar?

Dilansir dalam laman tvOnenews, begini tata cara tayamum dengan benar. Pertama tentu dimulai dengan niat bertayamum. Kemudian dilanjut dengan menempelkan kedua telapak tangan ke dinding atau pada debu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca: Cara Tayamum yang Dibagikan oleh Buya Yahya

Kemudian telapak tangan itu diusapkan pada wajah. Dan dilanjut dengan kedua tangan ditepukkan untuk membuang sisa debu. Lalu kedua telapak tangan ditempelkan kembali ke dinding atau pada debu yang bersih dan suci, bukan pada tempat sebelumnya. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral