Kades Di Sidoarjo Disekap Oleh Warganya Sendiri, Ini 4 Fakta Nasib Elok Suciati Dikurung Dalam Balai Desa
- Tim tvOne
Sidoarjo, tvOnenews.com - Telah ramai di berita mengenai seorang kepala desa di Sidokepung, Sidoarjo yang disandera oleh warganya sendiri. Kepala desa (kades) Sidokepung tersebut bernama Elok Suciati telah mengecewakan warganya.
Elok Suciati disekap oleh warga di balai desa pada Rabu, 24 Mei 2023. Bahkan ia sempat dikurung selama 6 jam lamanya serta melibatkan pihak kepolisian untuk mengevakuasi dirinya.
Kinerja Kades Sidokepung, Elok Suciati dianggap gagal dan mengecewakan warga. Salah satu yang membuat warga murka yaitu masalah pengurusan surat-surat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
PTSL merupakan salah satu program pemerintah yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan sertifikat tanah secara gratis. Program ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Berdasarkan pemantauan oleh tim tvOnenews.com, berikut telah dirangkum 4 fakta dibalik kasus penyekapan Kades Sidokepung, Elok Suciati di Sidoarjo.
1. Motif Penyekapan Oleh Warga
![]()
Kades Sidokepung, Elok Suciati Dievakuasi oleh Polisi. (Tim tvOne)
Ratusan warga Desa Sidokepung, Bunduran, Sidoarjo protes karena atas kinerja kepala desa yang dinilai gagal, salah satunya pengurusan surat-surat PTSL.
Kepala Desa Sidokepung, Elok Suciati sempat digembok warga sekitar 6 jam hingga akhirnya dievakuasi oleh pihak kepolisian.
Polisi sempat bersitegang dengan warga saat akan mengevakuasi kades tersebut dari kantor balai desa.
Penyekapan yang dilakukan warga terhadap kades sebagai bentuk kekecewaan dan protes sebagai pemohon dari PTSL yang tidak mendapatkan pelayanan yang lebih baik dari perangkat desa.
Terlebih, Kades maupun perangkat desa tersebut dinilai mempersulit proses warga untuk menemui panitia PTSL di balai desa setempat.
2. Warga Kecewa dengan Kinerja Kades
Supaat sebagai salah seorang warga Sidokepung yang kecewa karena sebagai pemohon PTSL tidak mendapat pelayanan serius dari perangkat desa.
"Kita kecewa atas kinerja dari kepala desa. Kita melakukan aksi ini sebagai bentuk spontanitas karena sudah kecewa sangat kepemimpinannya sehingga kita mosi tidak percaya kepala desa ini. Warga akhirnya menutup balai desa dan menggembok pintu balai desa sehingga kades wanita tidak bisa meninggalkan balai desa untuk pulang ke rumahnya," tuturnya.
Load more