News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jokowi Ungkap Sosok Presiden 2024, Cirinya Disampaikan di Musra: Dipilih Akar Rumput bukan oleh Elit 

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato politiknya terkait sosok yang seharusnya menjadi presiden di Pemilu 2024 mendatang. Musra
Minggu, 14 Mei 2023 - 15:04 WIB
Jokowi Ungkap Sosok Presiden 2024, Cirinya Disampaikan di Musra: Dipilih Akar Rumput bukan oleh Elit
Sumber :
  • Instagram/@jokowi

tvOnenews.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato politiknya terkait sosok yang seharusnya menjadi presiden di Pemilu 2024 mendatang.

Pidato politik itu disampaikan Jokowi dalam acara musyawarah rakyat (musra) di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (14/5/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di hadapan ribuan simpatisannya, Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya menghargai, usaha para relawan musra yang telah merekomendasikan sejumlah nama sebagai presiden 2024 mendatang.

“Saya amat mengapresiasi apa yang telah dilakukan musra selama ini, menyerap aspirasi rakyat dari seluruh Indonesia,” kata Jokowi.

“Kita (Musra) ingin merawat akar rumput. Calon yang diinginkan oleh rakyat bukan oleh elit,” imbuhnya. 

Jokowi di Musra: Ciri presiden 2024 nanti ...

Menurut Jokowi, Indonesia membutuhkan pemimpin yang dekat dengan rakyat, paham hati rakyat, dan paham kebutuhan rakyat. 

“Sosoknya harus mau bekerja keras untuk rakyat. Mengerti apa potensi negara, kekuatan dan kelemahan bangsa ini apa, dia harus tahu. 

Calon presiden 2024 mendatang, menurut Jokowi harus paham bagaimana cara memajukan negara ini, dari sisi apa. 

“Bukan yang duduk di istana untuk rutinitas. Bukan hanya sibuk tanda tangan,” tegasnya.

Pasalnya, Indonesia tengah berkompetisi dengan negara lain di tengah ketidakpastian 10 tahun mendatang.

“Peluang kita menjadi negara maju ada dalam 13 tahun ke depan. Ini disampaikan oleh para pakar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kesempatannya hanya dalam 13 tahun ke depan,” jelas Jokowi.

“Kesempatannya hanya sekali dalam sebuah bangsa. Jangan sampai keliru,” tambahnya.

Maka dari itu untuk memilih presiden di 2024 nanti tidak boleh salah agar bangsa ini tak salah langkah. 

“Mangkannya harus tepat dan benar. Jangan grusa-grusu. Jangan tergesa-gesa, karena begitu keliru kita tidak bisa kembali lagi,” terang Jokowi. 

“Ketidakpastian global masih akan terjadi 5 hingga 10 tahun ke depan. Maka dari itu nahkodanya harus berani, mengambil resiko untuk kepentingan negara ini,” tambah pria kelahiran Solo itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia butuh pemimpin yang kuat untuk melawan korupsi dan merawat demokrasi.  

“Tadi di ruang tunggu para ketua (musra) menyampaikan kepada saya beberapa nama yang kuat. Belum saya buka amplopnya,” bebernya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral