News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kantor PCNU Kabupaten Lamongan Diserang Sekelompok OTK

Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan, diserang oleh sekolompok orang tak dikenal, Selasa dini hari.
Jumat, 5 Mei 2023 - 10:52 WIB
Kantor PCNU Kabupaten Lamongan diserang sekelompok OTK
Sumber :
  • tim tvone - mahrus

Lamongan, tvOnenews.com - Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lamongan, diserang oleh sekolompok orang tak dikenal, Selasa dini hari. Dalam penyerangan tersebut papan nama perguruan Pencak Silat Pagar Nusa yang terpasang di Kantor PCNU Lamongan, rusak. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua PCNU Lamongan Supandi Awaludin bahwa pengrusakan terhadap papan nama milik Pagar Nusa di Kantor PCNU Lamongan pada pukul 01.30 pada Selasa (2/5) lalu dilakuka oleh sekelompok orang tak dikenal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Waktu kejadian Kantor PCNU tidak ada orang sama sekali," kata Supandi Awaludin di Kantor PCNU Jalan Kyai Amin Lamongan, Kamis (4/5).

Supandi mengaku, dari keterangan saksi di lokasi, sekelompok orang tak dikenal  mengendarai sepeda motor melintas di depan Kantor PCNU dengan berkonvoi, tiba-tiba dua orang dari mereka turun dan berjalan ke arah Kantor PCNU kemudian melakukan pengrusakan.

"Dua orang berjalan ke Kantor PCNU dengan membawa senjata tajam kemudian memanjat pagar Kantor PCNU untuk merusak papan nama Pagar Nusa yang terpasang di Kantor PCNU," kata Supandi menirukan keterangan saksi.

Hingga papan nama Pagar Nusa yang terpasang di Kantor PCNU Lamongan mengalami kerusakan di sejumlah bagian.

Akibat kejadian tersebut, Supandi, mengutuk keras kejadian pengrusakan tersebut dan mendesak kepolisian Polres Lamongan untuk mengusut tuntas kejadian pengrusakan ini. 

"Kami mendesak kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Kapolres Lamongan agar mengusut tuntas dan segera menangkap para pelaku," terangnya.

Lebih jauh, Ketua PCNU Lamongan menambahkan apabila perkara ini tidak diusut tuntas, maka PCNU Lamongan akan kehilangan kepercayaan terhadap penegak hukum, dalam hal ini Polres Lamongan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika dalam kurun waktu 2x24 jam tidak ditindak maka seluruh komponen NU Lamongan akan turun aksi di Polres Lamongan," tegasnya. 

Sementara Habibur, salah seorang saksi yang melihat aksi peristiwa tersebut mengungkapkan, pada saat kejadian tersebut terdapat lebih dari 20 orang yang datang dengan mengendarai motor tanpa plat nomor. Habibur juga memaparkan, pada saat kejadian sekelompok orang ini juga tidak memakai atribut apapun.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT