News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Kesaktian Ida Dayak, Metta Indigo Ungkap Fakta Sebenarnya: Karmanya Sudah Selesai

Metta Indigo baru-baru ini tanggapi viralnya teknik pengobatan yang dilakukan Ida Dayak. Ia juga menyinggung mengenai karma yang menjadi penyakit bagi tubuh
Senin, 17 April 2023 - 16:13 WIB
Ida Dayak
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Metta Indigo baru-baru ini menanggapi tentang viralnya teknik pengobatan yang dilakukan oleh Ida Dayak. Ia juga menyinggung mengenai karma yang menjadi penyakit bagi tubuh.

Diketahui, Nama Metta Surya Wijaya atau Metta Indigo dikenal karena menyatakan dirinya mengetahui masa lalu kehidupannya sesudah dilahirkan kembali atau reinkarnasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjadi sorotan lagi setelah memberikan tanggapannya terkait dengan kesaktian Ida Dayak yang dapat mengobati berbagai macam penyakit.

Sosok Ida Dayak menjadi viral karena melakukan aksinya dalam menyembuhkan penyakit yang rasanya sulit disembuhkan namun sangat mudah baginya.

Dirinya semakin dielu-elukan karena pengobatan yang dilakukan itu tanpa dipungut biaya atau gratis.

Dalam mengobati pasiennya, Ida Dayak hanya bermodalkan minyak bintang yang merupakan minyak khas dari suku Dayak, Kalimantan yang sudah ada secara turun-temurun.

Lantas apakah benar seorang Ida Dayak adalah orang sakti? Ini tanggapan Metta Indigo. 

Menurut Metta Indigo, sosok Ida Dayak merupakan orang sakti. Ia menegaskan bahwa orang sakti bukanlah orang suci. 

"Itu sih digolongkan sebagai orang sakti, karena orang sakti itu ada tapi orang sakti itu belum tentu suci. Jadi beliau itu termasuk orang sakti,” ujar Metta Indigo melansir akun TikTok @wahyuasyura, Senin (17/4/2023).

Metta Indigo juga menyinggung tentang karma seseorang. Menurutnya penyakit yang dirasakan oleh orang merupakan karma masa lalunya.

"Seorang yang sedang mengalami sakit dan datang ke Ida Dayak dan sembuh dikarenakan karmanya sudah selesai. Namun ketika memang orang tersebut tidak bisa mendatangi Ida Dayak, menandakan memang belum waktunya bagi orang tersebut untuk mengalami kesembuhan," jelasnya.

Bahkan Metta mengatakan jika pada suatu saat orang tersebut kembali mengalami sakit setelah menemui Ida Dayak maka karmanya belum selesai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika penyakitnya berpindah ke anggota tubuh lain atau mengalami sebuah kecelakaan, berarti itu disebabkan oleh jatah karma lain atau dalam arti hal tersebut merupakan jenis karma yang berbeda dan bukan berarti jatah karma sebelumnya belum selesai," beber Metta.

Jawaban Buya Yahya

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral