News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sering Terlihat 'Santuy', Ternyata ini Alasan Jessica Wongso 'Kopi Sianida' Selalu 'Tenang' Dalam Segala Kondisi

Jessica Wongso ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Terkenal sebagai pembunuh dengan kopi sianida, Jessica Wongso kerap....
Jumat, 17 Maret 2023 - 13:08 WIB
Jessica Kumala Wongso
Sumber :
  • Kolase tvonenews.com

Jakarta, tvOnenews.com – Sempat viral pada tahun 2016, publik tentu tidak asing dengan nama Jessica Kumala Wongso atau Jessica Wongso.

Diketahui Jessica merupakan terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan menggunakan segelas es kopi vietnam. Hingga kini kasus Jessica Wongso ini akrab dikenal dengan kasus kopi sianida.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama ini dilekatkan pasca ditemukan sianida di dalam tubuh Wayan Mirna Salihin yang akhirnya menjadi penyebab ia kehilangan nyawa. Jessica Wongso dituding menjadi pelaku dalam pembunuhan yang menyebabkan tewasnya Wayan Mirna ini.

Meski begitu, hingga akhir dari persidangannya, Jessica Wongso masih tidak mengaku membunuh Mirna. Dirinya membantah semua tuduhan dan tampak terlihat tenang dalam segala agenda persidangan maupun wawancara.

Hal ini membuat publik memandang keanehan dalam sikap Jessica Wongso. Pasalnya, perempuan ini terlihat begitu tenang dalam setiap kesempatan.

Menjawab hal tersebut, Jessica Wongso dalam tayangan YouTube Kompas TV tanggal 4 Agustus 2016 mengaku jika bersikap tenang dan diam memang personality-nya.

Personality saya memang kayak gitu, mau bagaimana juga saya tenang aja. Tapi di otak saya mikirnya banyak, ‘Aduh ini kenapa si Mirna ya?’” ungkap Jessica Kumala Wongso.

Pertemuan Jessica Wongso dan Wayan Mirna

Jessica Wongso dan Wayan Mirna bertemu bersama dua sahabatnya yang lain, Hani Boon Juwita dan Vera pada 6 Januari 2016. Pertemuan ini dilakukan di Olivier Café, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Sayangnya, pada kesempatan tersebut Vera harus absen sehingga yang haidr hanya 3 orang saja. Ketika hari nahas tersebut, Jessica Wongso menjadi orang pertama yang hadir di Olivier Café yakni sebelum pukul 16.00 WIB.

Sebagai orang yang datang pertama, Jessica Wongso berinisiatif untuk memesan terlebih dahulu untuk kedua temannya. Ia memesan es kopi vietnam dan dua cocktail pada agenda tersebut.

Namun tak lama berselang, Mirna tiba bersama Hani, sementara Jessica sudah menunggu di meja nomor 54. Usai bertegur sapa, Mirna meminum es kopi vietnam yang telah disiapkan oleh Jessica Wongso.

Ketika meminumnya Mirna mengeluh bahwa kopi yang dipesan berbau menyengat dan rasanya aneh. Pasca mengatakan hal tersebut Mirna tiba-tiba kejang-kejang serta keluar busa dari mulutnya.

Melihat kondisi Mirna tersebut, teman-temannya berinisiatif membawanya ke sebuah klinik di mal tersebut. Namun sayangnya nyawa Mirna sudah tidak tertolong lagi ketika melakukan perjalanan ke Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Setelah digelar sejumlah penyidikan dan penyelidikan, Jessica Wongso ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Wayan Mirna Salihin ini. Pasalnya, setelah penyelidikan ditemukan racun sianida sekitar 3,75 miligram di dalam tubuh Mirna.

Atas hal ini, Jessica Wongso resmi divonis pidana 20 tahun penjara pada 27 Oktober 2016.

Sempat disangka putri konglomerat

Ketika nama Jessica Wongso naik ke permukaan, publik sempat mengira bahwa ia merupakan putri konglomerat. Jessica bahkan disebut-sebut sebagai seorang keturunan dari pengusaha sukses di Australia.

Menanggapi hal tersebut ibunda Jessica Wongso, Imelda Wongso, angkat bicara. Dalam tayangan berjudul “Imelda Wongso Beberkan Bisnis Ayah Jessica”, sang ibu bercerita mengenai latar belakang Jessica Wongso.

Ketika ditanya terkait kebenaran bahwa sang suami merupakan konglomerat, Imelda Wongso dengan tegas membantah.

“Itu nggak bener. Nggak bener semua. Anak tante cuman kerja aja semua kerja. Makan gaji, hanya itu,” ungkap Imelda Wongso pada Kompas TV (28/10/2016).

Lantas ketika ditanya mengenai di mana sosok ayah Jessica, Imelda Wongso menyebut bahwa suaminya sedang sakit kala itu.

“Bapak itu kan ada sakit, setahun setengah yang lalu dia baru operasi kepalanya, jadi dia nggak boleh stres. Kalau dia stres nanti takut juga. Kakak-kakaknya juga udah pesen, kalau bisa Papanya nggak usah tampil,” ungkap Imelda Wongso.

“Dia ngomong juga nggak bisa. Jadi dia itu nggak mau tampil karena begitu, jadi biarkan dia cuman berdoa aja buat Jessica,” tambah Imelda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait rumor bahwa ayah Jessica memiliki pabrik, sang ibunda juga menampiknya.

“Kita orang bukan punya pabrik. Kita orang agen plastik. Jadi bukan pabrik, yang produksi bukan kita orang. Kita hanya agennya aja,” ungkap Imelda Wongso. (Lsn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral