5 Fakta Mencengangkan Pembunuhan Bos Ayam Goreng di Bekasi
- Kolase tvOnenews.com / VIVA / Robin Fredy
Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan bahwa teriakan suara minta tolong itu, sebanyak dua orang tetangga mendatangi lokasi kejadian. Saat sampai di tempat korban, kedua tetangga ini langsung bertanya ada apa.
Namun, terduga pelaku yang merupakan karyawannya malah menjawab tidak ada apa-apa saat itu, pelaku bilang ada ular mau masuk dan membuat korban ketakutan.
"Namun dijawab seseorang (terduga pelaku) 'tidak ada masalah. Cuma dibilang tadi ada ular masuk'. Sehingga saksi (dua tetangga) keluar lagi," jelas Hengki.
- Motif pelaku bunuh bos ayam goreng
![]()
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi saat rilis kasus pembunuhan. (ANTARA)
Motif HK dan MA membunuh bosnya sendiri lantaran karena sakit hati kepada korban. Dari gaji hingga perlakuan yang diterima oleh pelaku dari korban.
"Motif sementara pengakuan tersangka adalah karena sakit hati yaitu terkait gaji, terkait dengan perlakuan," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat, 17 Februari 2023.
- Pelaku menculik bayi korban dan mencuri uang serta STNK
![]()
Anak korban yang berhasil diselamatkan oleh polisi.
Pelaku menculik anak korban beserta sejumlah uang dan STNLK, tetapi dengan sigap polisi bergerak cepat berhasil menemukan bayi korban yang diculik pelaku.
Anak korban berinisial A itu berhasil diselamatkan polisi. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi.
"Anak berhasil diselamatkan," ujarnya kepada wartawan, pada Jumat 17 Februari 2023.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Barat ini menyebutkan, tim khusus dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota mendapati anak korban di sebuah pos ronda kosong yang ada di Jalan Pantura, Subang. Jaraknya 150 meter dari lokasi polisi mencokok pelaku.
"Pos ronda dalam keadaan kosong. Jaraknya 150 dari penangkapan pelaku. Ditinggal di pos sekuriti," ujar Hengki.
Kedua pelaku juga sempat mencuri handphone hingga uang sebelum kabur setelah melakukan pembunuhan.
"Di antaranya, handphone, kemudian uang Rp950 ribu termasuk STNK. Tetapi tidak membawa motornya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Sabtu, 18 Februari 2023
Load more