News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Singapura Bebaskan Delapan Negara dari Kewajiban Karantina

Singapura membuka diri bagi semakin banyak negara terkait perjalanan bebas karantina pada saat negara kota itu berupaya membangun kembali statusnya sebagai pusat penerbangan internasional.
Sabtu, 9 Oktober 2021 - 18:28 WIB
Singapura bebaskan negara-negara besar dari kewajiban karantina
Sumber :
  • ANTARA FOTO/NurPhoto via Reuters/Suhaimi Abdullah/rwa.

Jakarta - Singapura membuka diri bagi semakin banyak negara terkait perjalanan bebas karantina pada saat negara kota itu berupaya membangun kembali statusnya sebagai pusat penerbangan internasional.

Langkah itu juga diambil ketika Singapura sedang bersiap-siap menerapkan kehidupan baru untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Mulai 19 Oktober, orang-orang yang sudah divaksin penuh dari delapan negara, termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat, boleh memasuki negara pulau itu tanpa menjalani karantina jika mereka lolos tes Covid-19, kata pemerintah, Sabtu.

Pengumuman itu menandai langkah besar yang diambil Singapura dalam menjalankan strategi untuk melanjutkan posisi sebagai pusat hubungan internasional.

Singapura merupakan salah satu pusat kegiatan penerbangan dan keuangan dunia. Ribuan perusahaan global menempatkan kantor pusat di negara Asia Tenggara itu.

Program perjalanan yang dijalankan Singapura, terkait orang yang sudah divaksin penuh, sudah dimulai diterapkan pada September terhadap Jerman dan Brunei. Korea Selatan akan mendapat perlakuan serupa pada November.

Singapura, negara berpenduduk 5,45 juta jiwa, telah melaporkan infeksi tertinggi Covid-19 sebanyak lebih dari 3.000 kasus dalam beberapa hari belakangan ini. Hampir semua orang yang terinfeksi Covid-19 tersebut tidak menunjukkan gejala atau mengalami gejala ringan.

Sekitar 83 persen dari penduduk negara itu sudah divaksin penuh. Persentase tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan Singapura akan mulai menjalani kehidupan baru dan bisa melonggarkan pembatasan jika perkembangan kasus Covid-19 stabil, bahkan jika jumlahnya berkisar pada ratusan.

"Kita akan butuh waktu setidaknya tiga bulan, dan mungkin enam bulan, untuk mencapai ke sana," kata Lee ketika menyampaikan pidato kepada rakyat Singapura.

"Kita mungkin harus kembali menginjak rem kalau kasus naik lagi terlalu cepat, supaya bisa melindungi sistem dan pekerja layanan kesehatan," katanya.

Pemerintah telah mengumumkan langkah-langkah untuk membantu warga menyesuaikan diri dengan strategi hidup berdampingan dengan virus corona.

Salah satu langkah yang dijalankan adalah mengizinkan sebagian besar pasien Covid-19 untuk memulihkan diri di rumah.

Pemerintah juga mempermudah pengujian serta karantina bagi orang-orang yang terinfeksi Covid-19. Kalangan pakar sebelumnya mengatakan bahwa pengujian secara luas kemungkinan tidak diperlukan karena sebagian besar penduduk sudah divaksin.

Sementara itu, pemerintah memperketat aturan bagi orang-orang yang belum divaksin dengan melarang mereka memasuki mal maupun pusat-pusat jajanan yang bertebaran di negara itu. (prs/ant)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral