Trump Buka Sinyal Damai, Perang Iran Disebut Tinggal Selangkah ke Titik Akhir
- X/@Scavino47
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bahwa perang antara AS dan Israel terhadap Iran berada di fase akhir.
Dalam wawancara dengan Fox Business yang dijadwalkan tayang Rabu, Trump menyampaikan keyakinannya bahwa perang tersebut tinggal menunggu waktu untuk benar-benar berhenti.
“Saya pikir ini hampir berakhir, ya. Maksud saya, saya melihatnya sudah sangat dekat dengan berakhir,” kata Trump saat menjawab pertanyaan pembawa acara Maria Bartiromo mengenai status konflik tersebut, Rabu (15/4/2026).
Trump juga menyinggung dampak besar yang dialami Iran akibat perang yang berlangsung sejak akhir Februari. Meski begitu, ia menegaskan operasi belum sepenuhnya selesai dan masih membuka kemungkinan perkembangan baru.
“Anda tahu, jika saya menarik diri sekarang pun, mereka akan butuh waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai. Kita akan melihat saja apa yang terjadi. Saya pikir mereka sangat ingin membuat kesepakatan,” tambahnya.
Sebelumnya, Bartiromo mengungkap bahwa dalam sesi wawancara tersebut Trump beberapa kali membahas perang Iran menggunakan bentuk lampau. Hal itu mendorongnya menanyakan secara langsung apakah konflik telah usai.
Menurut Bartiromo, Trump menjawab singkat bahwa perang tersebut sudah selesai.
Di sisi diplomasi, jalur negosiasi juga terus bergerak. Pembicaraan damai yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu memang belum menghasilkan kesepakatan permanen, namun upaya untuk menggelar putaran lanjutan masih terus dilakukan.
Trump sendiri menunjukkan optimisme bahwa dialog langsung antara Washington dan Teheran dapat kembali dibuka dalam waktu dekat, bahkan berpeluang dimulai lagi dalam dua hari ke depan di Pakistan.
Pakistan sebelumnya memainkan peran penting sebagai mediator yang menghasilkan gencatan senjata dua pekan pada 8 April. Hingga kini, kesepakatan penghentian sementara serangan tersebut masih bertahan. (ant/nba)
Load more