News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelaku Percobaan Pembunuhan Donald Trump Minta Dihukum Mati di Negara yang Izinkan Bunuh Diri, Siap Tukar Nyawa!

Ryan Routh, pelaku percobaan pembunuhan Trump, minta dipenjara di negara bagian AS yang izinkan bunuh diri dan ingin menukar nyawanya dengan tahanan Amerika di luar negeri.
Jumat, 31 Oktober 2025 - 08:40 WIB
Presiden AS Donald Trump di KTT ASEAN ke-47 Malaysia
Sumber :
  • tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Jakarta, tvOnenews.com - Pelaku percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Ryan Routh, membuat pengakuan mengejutkan dalam permohonan tertulisnya ke pengadilan. Ia meminta untuk ditempatkan di penjara di negara bagian yang mengizinkan bunuh diri dengan bantuan medis (assisted suicide) dan menyatakan ingin menukar nyawanya demi membebaskan warga Amerika yang ditahan di luar negeri.

Permintaan Routh terungkap dalam dokumen pengadilan yang dirilis pada Kamis (30/10/2025). Pria berusia 58 tahun itu menyampaikan bahwa dirinya “dengan hormat” ingin menjalani hukuman di wilayah yang memiliki regulasi yang memungkinkan seseorang mengakhiri hidupnya secara legal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena saya belum diberi penasihat hukum baru hingga 23 Oktober 2025 dan masih mewakili diri sendiri, saya dengan hormat meminta untuk ditempatkan di negara bagian yang memiliki kebijakan bunuh diri dengan bantuan,” tulis Routh dalam dokumennya.

Ia menambahkan bahwa dirinya belum mengetahui penjara mana saja yang menerapkan kebijakan tersebut, namun berharap ada pihak yang bersedia memberikan daftar fasilitas yang relevan.

Tukar Nyawa Demi Tahanan Amerika

Tidak berhenti di situ, Routh juga mengajukan permintaan tidak lazim: agar hidupnya ditukar dengan kebebasan seorang warga Amerika yang kini dipenjara di luar negeri.

“Tak ada yang lebih terhormat daripada mati karena menukar [nyawa] pria Amerika dengan perempuan Iran yang memperjuangkan hak asasinya,” tulisnya.

Pernyataan tersebut menimbulkan beragam reaksi di kalangan publik dan pemerhati hukum di AS, mengingat permintaan seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya dalam kasus kriminal modern.

Routh dinyatakan bersalah pada 23 September 2025 atas percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump. Ia melakukan serangan pada 15 September 2024, saat Trump sedang berkampanye menjelang Pemilihan Presiden AS 2024.

Setelah vonis dijatuhkan, Routh dilaporkan mencoba menusuk lehernya sendiri dengan pena di ruang sidang, namun segera digagalkan oleh petugas pengadilan.

Latar Belakang Aksi dan Riwayat Serangan

Serangan yang dilakukan Routh terjadi ketika Trump bermain di lapangan golf pribadi. Agen Dinas Rahasia AS menemukan pelaku di sarang penembak jitu, atau posisi tinggi tersembunyi yang digunakan untuk menembak dari jarak jauh.

Trump kemudian menyebut keputusan pengadilan sebagai “momen besar bagi keadilan di Amerika”, menegaskan keyakinannya bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang berusaha mencelakai pemimpin negara.

Routh bukan satu-satunya pelaku yang pernah mencoba membunuh Trump. Sebelumnya, pada Juli 2024, pria berusia 20 tahun bernama Thomas Crooks melakukan upaya serangan serupa dalam kampanye di Pennsylvania.

Crooks menembak Trump dan mengenai telinganya, menewaskan satu penonton serta melukai dua lainnya sebelum akhirnya tewas ditembak sniper Dinas Rahasia AS.

Serangkaian percobaan pembunuhan ini menjadi sorotan global dan meningkatkan pengamanan terhadap Trump, yang kembali menjadi tokoh sentral politik Amerika menjelang pemilihan presiden 2024.

Permintaan yang Memicu Polemik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pengadilan federal terkait permintaan Routh untuk menjalani hukuman di negara bagian dengan kebijakan assisted suicide. Beberapa negara bagian di AS seperti Oregon, Washington, dan California diketahui memiliki undang-undang yang mengizinkan praktik tersebut, tetapi biasanya hanya bagi pasien terminal, bukan narapidana.

Kasus Ryan Routh kembali menyoroti perdebatan etis dan hukum soal hak hidup dan mati di sistem peradilan Amerika. Di sisi lain, seruannya untuk “menukar nyawa” juga menambah lapisan kontroversi baru di tengah ketegangan politik yang masih hangat di Washington. (ant/nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral