News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Saksi Ojol Sebut Tak Ada Darah pada Tubuh Mahasiswa UI Hasya Athallah

Pihak kepolisian telah rampung melaksanakan rekonstruksi ulang kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang mahasiswa UI bernama Hasya Atallah Syahputra
Kamis, 2 Februari 2023 - 17:32 WIB
Kegiatan Rekonstruksi Ulang Kasus Laka Lantas yang Menewaskan Mahasiswa UI, Hasya Athallah Syahputra Karena Terlindas Mobil AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono
Sumber :
  • tim tvOnenews/Rizki Amana

Jakarta - Pihak kepolisian telah rampung melaksanakan rekonstruksi ulang kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang menewaskan seorang mahasiswa UI bernama Hasya Atallah Syahputra. 

Diketahui, Hasya tewas usai terlibat kecelakaan dengan mobil mini bus milik AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono pada Senin (6/10/2022) di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agus Rayadi (34) selaku ojek online (ojol) yang turut serta menjadi saksi dalam gelar rekonstruksi ulang itu mengaku tak ada darah yang didapati pada tubuh Hasya saat mengalami insiden laka lantas tersebut. 

"Kalau kondisi korban saya pribadi buka di rumah sakit, saya buka jaketnya enggak ada luka-luka. (Tapi ada luka) di pinggang, kepala enggak ada, enggak ada darah sedikit pun," kata Agus kepada awak media di lokasi, Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Agus menuturkan kala itu dirinya tak sempat melihat insiden kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswa UI tersebut. 

Menurutnya dirinya tiba saat korban mulai tak sadarkan diri usai insiden laka lantas yang melibatkan Hasya dan AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono. 

Ia mengaku dirinya datang sekira pukul 9.20 WIB malam dengan kondisi kedua kendaraan tersebut telah terlibat kecelakaan. 

"Ya g terjadi di sini korban sudah di pinggir, dengan sama Pak (Eko) itu tadi sudah di situ. Saya segera telepon ambulan, ambulan segera meluncur kemari, sampai di sini langsung saya angkat," ungkapnya. 

Lantas dirinya pun bersama Eko menuju rumah sakit dengan jasad Hasya yang telah dibawa menggunakan ambulans. 

"Ambulans saya nelpon sekitar jam 9.20 WIB, sampe 25 menit setelah itu datang enggak lama hampir (pukul) 10.00 WIB malam saya bawa. Itu tanda tangan pun saya, berkas yang ngurus saya. Pelaku masih ada, Pak Eko masih ada di RS, saya pesenin kopi biar tenang," ungkapnya. 

Di sisi lain, sang saksi mengaku tak melihat adanya indikasi dugaan korban terlindas mobil milik purnawirawan Polri. 

"Ya kalau masalah terlindas enggaknya saya enggak tahu. Saya enggak lihat. Kondisi kendaraan itu bumper sebelah kanan sama motor sebelah kanan, saya lihat motor sebelah kanan," katanya. 

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang mahasiswa bernama Hasya Atallah Syahputra akibat terlindas mobil milik AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono. 

Pada gelar rekonstruksi ulang kasus laka lantas tersebut terdapat 9 adegan hingga berujung maut terhadap Hasya. 

"Akan ada sembilan adegan yang akan direkonstruksi," kata anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Iptu Arif S kepada awak media, Jakarta, Kamis (2/2/2023).

Sementara dari 9 adegan itu Hasya didapati tewas pada reka adegan ke-4 yang tercatat korban Hasya tewas terlindas mobil yang dikemudikan oleh AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono. 

Hal itu dibacakan oleh seorang penyidik kasus tersebut dengan name tag yang tertulis AKP Darwis. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Eko Setio Budi Wahono berusaha mengerem dan menghindar ke kiri, tetapi karena jarak sangat dekat selanjutnya terjadi benturan antara kendaraan Mitsubishi Pajero NRKB B-2447-RFS degan sepeda motor Kawasaki Pulsar NRKB B-4560-KBH," kata Darwis. 

"Korban saudara M Hasya Athallah terlindas roda depan kanan dan roda belakang kanan kendaraan Mitsubishi Pajero NRKB B-2447-RFS," sambungnya. (raa/put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral