News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gubernur KDM Tak Tinggal Diam, Desak Pemkab Lakukan 4 Upaya Penting Imbas Bencana Banjir Selalu Terpa Bandung

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) membagikan empat solusi untuk pemerintah sebagai penanganan serius bencana banjir yang selalu menerpa Kabupaten Bandung.
Kamis, 16 April 2026 - 11:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyoroti bencana banjir di Kabupaten Bandung. Pasalnya, persoalan ini terus berulang dan terjadi sampai sekarang.

KDM menyinggung penanganan banjir yang selama ini dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung. Menurutnya, solusinya belum menyentuh akar permasalahan sehingga banjir semakin masif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KDM menyebut pembenahan tata ruang dilakukan sebelumnya gagal menjadi solusi. Alhasil, bencana banjir masih tidak terkendali.

KDM menilai salah satu penyebab banjir terus berulang akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman. Ia pun memberikan empat upaya penting yang harus dilakukan Pemkab Bandung.

"Tata ruang Kabupaten Bandung harus berubah," ujar KDM di Gedung Pakuan, Kota Bandung dikutip, Kamis (16/4/2026).

4 Solusi dari KDM untuk Menghentikan Bencana Banjir di Kabupaten Bandung

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

KDM menjelaskan upaya pertama. Hal ini menyangkut pada pembenahan pengelolaan tata ruang di Bandung.

Gubernur Jabar itu menuturkan, penanganan banjir selama ini belum menyeluruh. Ia melihat langkah yang dilakukan cuma menangani dampaknya.

Ia menambahkan, jika tidak ada perubahan tata ruang, hal ini bisa merugikan masyarakat dan banjir rentan menjadi siklus tahunan.

Dedi Mulyadi membagikan upaya kedua. Pemkab Bandung harus bertindak untuk membenahi area-area di sekitaran sungai.

"Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasikan," terangnya.

Menurutnya, banyak kerusakan yang terjadi di bantaran sungai. Pada akhirnya, debit air saat hujan deras tidak mampu ditopang lagi sehingga menyebabkan banjir.

Ia menegaskan, upaya ketiga yang harus dilakukan pemerintah setempat, yakni mengutamakan penghijauan. Dengan langkah ini, area di sekitar sungai nantinya memiliki resapan air.

"Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau," tegasnya.

Mantan Bupati Purwakarta ini mengapresiasi langkah diambil Pemkab Bandung. Pemerintah berupaya untuk memompa debit air yang melebihi kapasitas untuk kembali ke sungai.

Namun, Dedi Mulyadi menekankan mulai sekarang penanganan tidak boleh bersifat sementara. Terlebih, ia melihat masih maraknya pembangunan bangunan untuk komersial dan perumahan.

Ironisnya, pembangunan bangunan ini terletak di lahan produktif. Menurutnya, hal ini menjadi biang kerok menciptakan gangguan pada sistem ekologi.

Ia mendesak Pemkab Bandung agar lahan yang seharusnya menjadi tempat produktif menyerap air kembali mengalami gangguan akibat masifnya pembangunan, terutama di area persawahan.

"Yang keempat, perubahan lahannya jangan terus terjadi. Sawah malah selalu dibuat bangunan, perumahan, dan segala macam," pesannya.

Dedi Mulyadi Soroti Hunian di Area Risiko Tinggi

Dedi Mulyadi menyoroti banyaknya permukiman di area risiko tinggi. Contohnya banyak permukiman di sepanjang bantaran sungai.

Ia menegaskan, proses pemidahan pemukiman sebagai syarat mutlak. Baginya, hal ini sebagai solusi agar terhindar dari persoalan banjir secara permanen baik di Bandung maupun Jawa Barat.

"Kalau tidak segera dilakukan, balik lagi itu tidak akan bersifat jangka panjang, tidak akan berhasil. Soalnya, berikutnya adalah rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan," bebernya.

KDM meyakini risiko banjir akan terus menghantui wilayah Bandung Raya, terutama setiap memasuki fase musim hujan. Hal ini bisa terjadi apabila langkah radikal menangani tata ruang ini tidak segera dilakukan oleh pemerintah.

Walau begitu, ia tidak mempersoalkan terkait kebijakan moratorium izin perumahan di Jabar yang kini masih berlanjut, khususnya di wilayah Bandung Raya.

Dedi Mulyadi sendiri pernah mengeluarkan kebijakan ini. Bukan tanpa alasan, tujuannya sebagai solusi memutus berbagai bencana alam termasuk banjir bandang yang menerpa Bandung Raya dan Jabar.

Diketahui, belakangan ini genangan air banjir merembes masuk ke sela-sela rumah di kawasan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung sejak Senin (13/4/2026).

Warga mengaku kesulitan untuk beraktivitas hingga melanjutkan untuk mencari nafkah akibat genangan banjir. Pada akhirnya, warga terpaksa menerjang banjir dengan membawa bekal pakaian ganti.

Rata-rata ketinggian air banjir yang mengepung Desa Dayeuhkolot, Citereup, Cangkuang Wetan hingga Kelurahan Pasawahan mencapai satu meter lebih, bahkan menyentuh 150 sentimeter.

Genangan air banjir berlangsung selama beberapa hari sehingga menimbulkan keresahan warga. Kegelisahan itu terjadi lantaran tidak adanya solusi dari pemerintah menangani genangan yang mengepung permukiman warga.

Selain di kawasan Dayeuhkolot, hujan deras terus-menerus membuat aliran Sungai Cibanjaran semakin kuat. Hal ini menyebabkan sejumlah warga dilaporkan terseret arus, tepatnya di Kampung Sasak Dua, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung pada Rabu (15/4/2026) sore hari WIB.

Dalam sebuah video viral, peristiwa mencekam terjadi di mana beberapa warga coba melompat ke sungai. Mereka ingin menolong korban yang hanyut.

Upaya penyelamatan itu membuat warga yang coba menolong justru ikut terbawa arus yang cukup deras. Sebab, debit air arus Sungai Cibanjaran semakin deras yang membuat proses evakuasi terkendala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari peristiwa ini, empat korban selamat, satu korban belum ditemukan, dan satu korban meninggal dunia.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku skuadnya dalam kondisi menakutkan untuk lawan jelang menghadapi Persita Tangerang.
PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

Pemerintah mematok target besar dalam penanganan masalah limbah nasional melalui pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 
Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Kisah dari pesisir Rembang menegaskan bahwa semangat Kartini tidak berhenti sebagai sejarah. Ia terus hidup dalam tindakan nyata perempuan Indonesia yang berani
KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jemaah Haji Terjamin

KKHI Madinah Siaga 24 Jam, Kemenhaj Pastikan Layanan Kesehatan Jemaah Haji Terjamin

Kementerian Haji dan Umrah memberikan jaminan bahwa fasilitas kesehatan bagi jemaah calon haji, termasuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan tersedia selama 24 jam penuh sepanjang musim haji.
Polisi Ringkus Empat Spesialis Pencurian Modus Ganjal ATM di Cipayung, Beraksi Tujuh Kali Hingga ke Jawa Tengah

Polisi Ringkus Empat Spesialis Pencurian Modus Ganjal ATM di Cipayung, Beraksi Tujuh Kali Hingga ke Jawa Tengah

Polres Metro Jakarta Timur meringkus empat speasialis pencurian modus ganjal ATM yang beraksi di salah satu ATM gerai ritel modern, daerah Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (19/4) pagi.
5 Weton Ini Diramal Paling Apes pada 24 April 2026, Hindari Bepergian Jauh?

5 Weton Ini Diramal Paling Apes pada 24 April 2026, Hindari Bepergian Jauh?

Berdasarkan perhitungan, ada lima weton yang diprediksi akan mengalami hari yang cukup berat atau "apes" dalam hal finansial, kesehatan, maupun hubungan sosial.

Trending

PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

PSEL Jadi Solusi Strategis: Ditargetkan Kurangi 33.000 Ton Sampah Per Hari pada 2029 dan Hasilkan Listrik

Pemerintah mematok target besar dalam penanganan masalah limbah nasional melalui pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 
Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Semangat Kartini Tak Pernah Padam: Begini Wujudnya di Kehidupan Perempuan Indonesia Saat Ini

Kisah dari pesisir Rembang menegaskan bahwa semangat Kartini tidak berhenti sebagai sejarah. Ia terus hidup dalam tindakan nyata perempuan Indonesia yang berani
Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Kepercayaan Diri Tinggi! Bali United Siap Lanjutkan Tren Positif di Kandang Persita

Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengaku skuadnya dalam kondisi menakutkan untuk lawan jelang menghadapi Persita Tangerang.
Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta

Gubernur Dedi Mulyadi ikut menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta waktu lalu. Siswanya acung jari tengah ke guru
Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Hasil Bursa Transfer Pemain FA Liga Voli Korea 2026-2027: Jung Ho-young Satu-satunya Pemain yang Pindah Klub, Yeum Hye-seon Bertahan di Red Sparks

Berikut hasil bursa transfer pemain agen bebas (Free Agent/FA) untuk Liga Voli Korea 2026-2027, di mana Yeum Hye-seon bertahan di Red Sparks sedangkan Jung Ho-young satu-satunya pemain yang pindah klub secara resmi.
Bung Ropan Mulai Curiga usai FIFA Undang PSSI ke Kanada, Timnas Indonesia Siap-siap Dapat Kabar Baik

Bung Ropan Mulai Curiga usai FIFA Undang PSSI ke Kanada, Timnas Indonesia Siap-siap Dapat Kabar Baik

Bung Ropan curiga dengan agenda FIFA yang mengundang PSSI ke Kanada. Apakah pertemuan tersebut akan membawa kabar baik untuk Timnas Indonesia di ASEAN Cup?
Bursa Transfer Juventus: Emil Audero Terima Kabar Baik, Bianconeri Ambil Keputusan Begini soal Kiper Musim Depan

Bursa Transfer Juventus: Emil Audero Terima Kabar Baik, Bianconeri Ambil Keputusan Begini soal Kiper Musim Depan

Juventus dilaporkan sudah mengambil keputusan mengenai susunan penjaga gawangnya di  musim depan. Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, bisa jadi menerima kabar baik jelang bursa transfer musim panas.
Selengkapnya

Viral