Respons MUI soal Rencana Presiden Prabowo Jadi Juru Damai di Tengah Konflik AS-Iran
- dok.kolase tvonenews.com/Instagram tvOnenewscom
Jakarta, tvOnenews.com- Majelis ulama Indonesia (MUI) ikut menyoroti konflik AS-Iran. Hal ini juga menarik perhatian Presiden Indonesia Prabowo untuk jadi juru damai.

- ANTARA
Dalam keterangannya, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis mendukung rencana Presiden RI Prabowo Subianto menjadi juru damai konflik Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Menurutnya itu niat yang baik. Namun, Wakwtum Cholil Nafis mengingatkan agar pak Presiden mempertimbangkan kondisi Indonesia.
"Ya, saya mendorong Pak Presiden (Prabowo) untuk menjadi juru damai. Akan tetapi, tentu harus mempertimbangkan kondisi bangsa kita," katanya, dikutip dari MUI Digital, Selasa (3/3/2026).

- dok.kolase tvonenews.com/Instagram tvOnenewscom
Seperti diketahui, situasi konflik AS-Iran memanas. Setelah Pemimpin Iran, Ali Khamenei dinyatakan syahid dalam peristiwa tersebut.
MUI berharap agar Indonesia tetap berdiri dalam posisi diplomasi bebas aktif. Kiai Cholil berharap kepada Presiden Prabowo ketika menjadi juru damai tidak melampaui itu.
"Jadi saya dukung Pak Presiden untuk berperan bebas aktif untuk mendamaikan. Sebagaimana juga dalam pesan konstitusi kita," tegasnya.
Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki tekad agar segala bentuk penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi ini.
"Termasuk juga harus menyebarkan perdamaian kepada seluruh alam semesta," pesan Kiai Cholil.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan Presiden Prabowo Subianto bersedia melakukan perjalanan ke Teheran, Iran, untuk melakukan mediasi.
"Presiden Indonesia bersedia melakukan perjalanan ke Teheran untuk melakukan mediasi. Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas regional serta perdamaian dan keamanan dunia," kata Kementerian Luar Negeri RI dalam akun X @Kemlu_RI. (klw)
Load more