Jawab Keresahan “Cumi-Cumi Darat”, VKTR & Laksana Siap Bawa Bus Listrik Ke Semarang
- Istimewa
tvOnenews.com - Menjawab keresahan masyarakat Semarang terhadap bus berbahan bakar fosil yang menghasilkan polusi udara hingga populer dijuluki ”Cumi-Cumi Darat”, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (”VKTR”), bersama Laksana mengambil langkah konkret dengan mengikuti uji coba bus listrik 12 meter di Koridor 1 Trans Semarang yang mulai dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang, pada Jumat, 13/02/2026.
Saat ini, sebanyak total 122 bus listrik rakitan VKTR telah beroperasi di Jakarta melalui beberapa operator Transjakarta dan tambahan 30 bus lainnya sedang memasuki proses karoseri di Laksana.
Uji coba dilakukan terhadap 1 unit bus listrik 12 meter rakitan VKTR dan Laksana yang akan beroperasi selama 1 bulan penuh di rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron. Selama masa uji coba, bus akan melayani penumpang secara langsung sehingga dapat dilakukan evaluasi menyeluruh dari sisi teknis, operasional, hingga pengalaman pengguna.
Sebelum dimulainya uji coba, VKTR bersama Laksana menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan” pada Senin, 09/02/2026. Forum diskusi ini dihadiri oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang, BLU UPTD Trans Semarang, serta sejumlah operator lokal.
Di kesempatan ini, VKTR memaparkan kesiapan teknologi kendaraan listrik, skema pembiayaan, serta standar keselamatan operasional sebagai bagian dari solusi komprehensif elektrifikasi transportasi publik.
Uji coba bus listrik VKTR dan Laksana dibuka dengan acara seremoni yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, S.H., Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, serta Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman, dan Direktur Komersial Laksana, Alvin Arman. Dalam rangkaian acara seremoni ini, bus listrik VKTR dan Laksana juga menjalani uji KIR (uji berkala kelayakan kendaraan) sebagai bagian dari prosedur sebelum dinyatakan layak beroperasi.
Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi nasional perusahaan.
“Sebagai pionir perusahaan kendaraan listrik CKD di Indonesia, VKTR tidak hanya berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga aktif mendorong adopsi EV di berbagai sektor, termasuk sektor transportasi umum. Setelah dipercaya oleh Transjakarta untuk menyediakan unit bus listrik di ibu kota, kami dan Laksana tentunya ingin membawa kesuksesan dari implementasi ini ke kota-kota lain. Oleh karena itu, kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang serta Trans Semarang untuk turut serta dalam uji coba ini. Ini merupakan momentum penting bagi kami serta bukti komitmen kami dalam mendukung transformasi transportasi publik ke arah yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.
Load more