Al-Azhar Kairo Puji Peran Strategis Prabowo dan Haji Isam soal Cetak Ulama Unggul Wasathiyah
- Istimewa
Puncak dari sinergi ini terlihat nyata dengan diselenggarakannya wisuda internasional selama dua tahun berturut-turut, yakni pada November 2024 dan November 2025. Bekerja sama dengan ASFA, Al-Azhar menggelar wisuda akbar yang diikuti oleh lebih dari 1.900 wisudawan dari 46 negara. Konsistensi program ini menegaskan posisi ASFA Foundation dalam menjadikan pendidikan, kemanusiaan, dan perdamaian sebagai ikon unggulan.
Pesan Wasathiyah: Ulama yang Santun dan Bijak
Dalam nasihatnya kepada para kader ulama dan pimpinan pesantren, Syaikh Ad-Duwaini menekankan pentingnya penguasaan ilmu yang komprehensif (mendalam) agar mampu menjawab tantangan kekinian.
“Ulama harus menjadi teladan. Jadilah ulama yang membawa nilai wasathiyah (moderat), penuh hikmah, dan santun dalam berdakwah,” tegasnya.
Beliau juga mengingatkan prinsip kehati-hatian dalam berfatwa. Ketergesaan tanpa pemahaman akar masalah, menurutnya, dapat mendorong umat pada kemunduran. Senada dengan itu, Grand Mufti Syaikh Nadhir Ayyadh menegaskan bahwa fatwa harus memberi kemudahan (taisir) namun tetap kokoh memegang prinsip syariat.
Ketua Lazis ASFA, Muchlis Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan salam hormat dari Haji Isam dan Ketua ASFA Foundation Junaidi Tirtanata. Ia menegaskan komitmen ASFA untuk terus menjadi mitra strategis Al-Azhar dalam melahirkan ulama kelas dunia.
Turut hadir mendampingi dalam pertemuan tersebut Penasehat ASFA Dr. Ali Hasan Bahar, Ketua Dewan Pengawas Syariah KH. Anang Rikza, M.A., Ph.D., serta Pejabat Pensosbud KBRI Kairo, Nur Salim
Load more