Layanan Kesehatan Asia Tenggara Masuk Fase Integrasi Sistem Digital
- tim tvOne/Andi Salani
Jakarta, tvOnenews.com - Sektor layanan kesehatan di Asia Tenggara tengah mengalami pergeseran signifikan dari pencatatan manual menuju sistem digital. Perubahan ini didorong oleh tuntutan regulasi pemerintah, kebutuhan peningkatan kualitas layanan pasien, serta penguatan standar keamanan data dan efisiensi operasional fasilitas kesehatan.
Saat ini, fasilitas kesehatan di berbagai negara diwajibkan menerapkan sistem rekam medis elektronik yang terintegrasi. Sistem tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan data pasien, memastikan standar pelayanan, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan klinik dan pusat kesehatan.
Di tengah proses transformasi tersebut, platform teknologi kesehatan Kumo menandai satu dekade kiprahnya di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan berbasis Software as a Service (SaaS) ini telah berkembang menjadi penyedia sistem manajemen klinik yang digunakan oleh lebih dari 2.500 fasilitas kesehatan dengan sekitar 25.000 pengguna.
Kumo telah beroperasi di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia dan Thailand, dengan menghadirkan layanan khusus untuk berbagai jenis fasilitas kesehatan melalui empat lini produk, yakni Aoikumo, kumoDent, kumoVet, dan kumoDoc. Layanan tersebut mencakup klinik kecantikan, klinik gigi, klinik dan layanan hewan, hingga praktik dokter umum.
Adopsi platform digital ini turut digunakan di institusi pendidikan kesehatan, seperti MAHSA University dan Penang International Dental College, sebagai bagian dari pengenalan sistem teknologi kesehatan kepada mahasiswa.
Sejumlah pemilik klinik menilai kompleksitas regulasi, kewajiban penerapan rekam medis elektronik, serta perlindungan data pasien menjadi tantangan tersendiri dalam operasional harian. Keterbatasan sumber daya sering kali membuat pengelolaan administrasi dan pelaporan menjadi beban tambahan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kumo™ mengintegrasikan berbagai fungsi operasional dalam satu sistem, mulai dari pendaftaran pasien, pengelolaan pembayaran, hingga pelaporan kepada otoritas kesehatan, termasuk integrasi dengan sistem nasional seperti SATUSEHAT di Indonesia. Platform ini juga terhubung dengan sejumlah layanan pihak ketiga, seperti aplikasi pesan instan dan sistem pembayaran digital.
Selain itu, Kumo menyediakan aplikasi terpisah bagi dokter, pasien, dan tenaga kesehatan guna mendukung koordinasi layanan dan pemantauan perawatan pasien. Sistem ini juga mendukung pengelolaan klaim pihak ketiga serta pencatatan transaksi secara terintegrasi.
Dari sisi keamanan, platform tersebut telah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 dan SIRIM UKAS untuk sistem manajemen keamanan informasi. Kumo™ juga terintegrasi dengan standar terminologi medis internasional SNOMED CT guna mendukung interoperabilitas data klinis.
Pendiri Kumo, Kevin Nair, menyatakan bahwa pengembangan platform sejak awal diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna.
“Kami tumbuh bersama pelanggan. Dengan mendengarkan masukan mereka, kami melakukan penyesuaian sistem agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan klinik,” kata Kevin.
Ia menilai, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, dapat membantu tenaga medis lebih fokus pada perawatan pasien, sementara aspek administratif ditangani sistem secara otomatis.
Menurut Kevin, masa depan layanan kesehatan rawat jalan tidak lagi ditentukan oleh banyaknya fitur, melainkan oleh keterhubungan sistem dan kemampuan berbagi data secara aman.
“Ekosistem klinis yang terintegrasi dan interoperabel akan menjadi kunci dalam dekade mendatang,” ujarnya.
Load more