Mahasiswa Gelar Demo Tuntut Bareskrim Polri Usut Tuntas Dugaan Kasus SARA Pandji Pragiwaksono
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Gedung Bareskrim Polri mendadak digeruduk oleh massa yang mengatasnamakan Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Toraja (Imaja) pada Senin (5/1/2025).
Massa menggelar aksi unjuk rasa menuntut penuntasan kasus dugaan ujaran SARA yang dilakukan oleh komika Pandji Pragiwaksono.
Koordinator Aksi Imaja, Muldiansah mengatakan Pnadji dinilai telah melecahkan adat suku Toraja dalam materi komedinya yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Menurutnya ucapan Pandji soal upacara adat pemakaman Rambu Solo telah merendahkan nilai-nilai luhur budaya dan tradisi masyarakat Toraja.
"Sama saja telah menghina adat istiadat daerah yang terlahir dalam rahim Negara Indonesia. Bahkan persoalan semacam ini berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa," ujarnya dalam aksi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/1/2025).
Muldiansah menuturkan sejumlah kelompok masyarakat pun telah melaporkan dugaan SARA ke Bareskrim Polri dengan terlapor Pandji Pragiwaksono.
Ia menilai sudah selaiknya Bareskrim Polri mengungkap secara tuntas dugaan SARA dengan terlapor sang komika tersebut.
"Meminta Bareskrim Polri memberikan perintah ke Polda Sulawesi Selatan agar mengusut dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Pandji terhadap adat budaya masyarakat Toraja," jelasnya.
Di sisi lain, Muldiansah tak mempermasalahkan permintaan maaf Pandji usai video dugaan SARA tersebut viral di media sosial.
Menurutnya permintaan maaf tak menutup kemungkinan proses hukum yang terus berjalan.
"Minta maaf boleh, proses hukum pidana Pandji Pragiwaksono wajib tetap berlanjut. Tegakkan hukum terhadap Pandji pemecah belah bangsa," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Aliansi Pemuda Toraja melayangkan laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono ke Bareskrim Polri terkait dugaan SARA.
Laporan tersebut terdaftar dengan nomor 01/LP/APT/XI/2025 pada Senin, 3 November 2025.
Pihak Pandji Pragiwaksono pun merespons polemik yang tengah menimpanya tersebut.
Melalui Instagram, ia menyampaikan permintaan maaf resmi dan mengatakan dirinya menerima kritik dan memahami telah melakukan kesalahan atas ucapannya.
Pandji juga menuturkan bahwa sudah berkomunikasi dengan Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi.
Di dalam pertemuannya itu, ia memahami bahwa kelakar yang dilontarkannya tidak peka terhadap Suku Toraja.
“Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” katanya.(raa)
Load more