News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Review Film Frankenstein (2025): Guillermo del Toro Hadirkan Horor Gotik tentang Ambisi Penciptaan Tanpa Kasih Sayang

Setelah hampir lima dekade mengembangkan kisah ini, Guillermo del Toro akhirnya menghadirkan interpretasi paling emosional dari novel klasik Mary Shelley, kisah tentang penciptaan, penolakan, dan kebutuhan akan kasih sayang.
Rabu, 12 November 2025 - 13:09 WIB
Frankenstein (2025) Dir. Guillermo del Toro
Sumber :
  • Netflix

Jakarta, tvOnenews.com - Guillermo del Toro, sutradara asal Meksiko yang dikenal lewat film-film horor gotik seperti Pan’s Labyrinth (2006), Crimson Peak (2015), The Shape of Water (2017), dan Nightmare Alley (2021), kembali dengan proyek impiannya, Frankenstein (2025).

Setelah hampir lima dekade mengembangkan kisah ini, Guillermo del Toro akhirnya menghadirkan interpretasi paling emosional dari novel klasik Mary Shelley, kisah tentang penciptaan, penolakan, dan kebutuhan akan kasih sayang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari puluhan film Frankenstein yang pernah dibuat sejak era bisu hingga sinema modern, perbedaan mendasar dalam versi Guillermo del Toro adalah cara ia memusatkan cerita pada emosi alih-alih teror.

Frankenstein (2025) Dir. Guillermo del Toro
Frankenstein (2025) Dir. Guillermo del Toro
Sumber :
  • Netflix

 

Jika kebanyakan adaptasi sebelumnya lebih menonjolkan sisi ilmiah dan juga monster sebagai simbol dosa manusia, Del Toro justru memperlihatkan rasa sakit karena kurangnya kasih sayang.

Del Toro membedah inti dari kisah Mary Shelley, bukan hanya tentang mencipta kehidupan, tapi tentang gagal mencintai kehidupan yang telah diciptakan. 

Guillermo berhasil mengubah monster menjadi sosok tragis yang membuat penonton bersimpati, bahkan berduka. Bukan ketakutan yang ia ciptakan, melainkan rasa kehilangan yang mendalam.

Film ini menyoroti Dr. Victor Frankenstein (Oscar Isaac), seorang ilmuwan muda yang terobsesi pada kematian setelah kehilangan ibunya di usia dini. Trauma masa kecil tersebut menjadi akar obsesinya untuk mengalahkan kematian dan menciptakan kehidupan baru. 

Namun saat obsesinya berhasil mewujudkan makhluk hidup, The Creature (Jacob Elordi), Victor justru tak mampu menerima bahwa The Creature tidak sesempurna yang ia harapkan. 

Ia menolak ciptaannya, menganggapnya kesalahan yang harus dihapus, padahal makhluk itu hanya menginginkan satu hal yang paling manusiawi yaitu kasih sayang.

Del Toro mengemas relasi antara Victor dan makhluknya dengan nuansa psikologis yang jauh lebih dalam. 

The Creature yang tercipta merupakan cerminan dari luka batin Victor, bayangan kesepian yang lahir dari kehilangan cinta seorang ibu dan tekanan ayah yang absen dalam pengasuhan, menampilkan hubungan mereka layaknya ayah dan anak yang gagal saling mencintai.

Sedari awal, relasi Victor dengan keluarganya pun menjadi lapisan penting dalam film ini. Ibu Victor digambarkan penuh kasih namun rapuh dan kematiannya yang tiba-tiba saat melahirkan sang adik William (Felix Kammerer) meninggalkan kekosongan emosional yang tak pernah ia sembuhkan. 

Ayahnya, seorang bangsawan kaku dan otoriter, menekan Victor untuk selalu berprestasi, tapi tak pernah memberikan kasih sayang. 

Dari ketegangan inilah lahir kebutuhan Victor untuk mencipta, bukan karena kemuliaan ilmiah, melainkan karena hasrat terpendam untuk memainkan peran Tuhan yang tak pernah ia rasakan di rumahnya sendiri.

Frankenstein (2025) Dir. Guillermo del Toro
Frankenstein (2025) Dir. Guillermo del Toro
Sumber :
  • Netflix

 

Sementara itu, Elizabeth Lavenza (Mia Goth), tunangan William, menjadi jembatan antara manusia dan makhluk. 

Ia melihat sisi lembut dalam diri The Creature, memperlakukan makhluk itu dengan empati yang tak pernah diberikan Victor. 

Dalam beberapa adegan, Elizabeth bahkan memperlihatkan tatapan iba, penasaran, dan juga ketertarikan terhadap The Creature, termasuk rasa bersalah karena ulah Victor yang dianggapnya tidak bertanggung jawab terhadap ciptaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara keseluruhan, Guillermo del Toro menghidupkan kembali pesan klasik Mary Shelley, yaitu penciptaan tanpa kasih sayang adalah dosa tertinggi manusia. 

Dalam dunia modern di mana manusia terus mencipta seperti adanya teknologi AI, bioteknologi, hingga sistem sosial baru, film Frankenstein juga ini menjadi cermin, apakah kita masih tahu cara mencintai apa yang kita lahirkan?

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Relawan Sentil Jusuf Kalla Terkait Meminta Tunjukkan Ijazah Asli Jokowi: Mirip Roy Suryo

Terkait mencuatnya pernyataan Jusuf Kalla (JK) telah meminta Jokowi mau memperlihatkan ijazahnya, agar polemik ini tidak berlarut-larut. Ternyata menuai komen
Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Badai Absen Hantam Persija Jelang Lawan Persebaya, Tavares Siap Curi 3 Poin dari Jakarta

Psywar atau perang urat saraf mulai dilepaskan jelang duel klasik antara Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 Super League 2025/2026 ...
Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Menkeu Semprot Produsen Rokok Ilegal, Purbaya: Akan Kita Tutup Betulan

Pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis untuk menertibkan peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai melalui skema legalisasi terbatas. Kebijakan ini
Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Sentil Pengamat Terkait Fenomena Inflasi

Seskab Teddy Indra Wijaya bocorkan saat ini tengah muncul fenomena meningkatnya atau inflasi pengamat di publik. Teddy menilai data yang disampaikan sejumlah
Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi

Trending

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ribuan Bonek bakal Geruduk Jakarta, Ketum Jakmania Beri Kata-kata Berkelas Jelang Laga Persija Vs Persebaya

Ketua Umum the Jakmania, Diky Soemarno sambut Bonek Mania untuk dukung Persebaya Surabaya di laga kontra Persija Jakarta di SUGBK pada Super League 2025/2026.
Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Duh, Maarten Paes Jadi Bahan Olokan di Belanda! Pundit Senior Tertawa Terpingkal-pingkal: Dia Sama Sekali Bukan Kiper!

Nasib kurang beruntung tengah dialami kiper utama Timnas Indonesia Maarten Paes. Meski kini bermain untuk raksasa Eredivisie Ajax Amsterdam Paes justru menjadi
KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara Catat Kinerja Positif, Penumpang Triwulan I 2026 Meningkat

KAI Bandara mencatat kinerja positif pada angkutan penumpang selama Triwulan I tahun 2026 di wilayah Sumatera Utara. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah
Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat Kondisi Rakyat, Presiden Prabowo Beri Peringatan Keras ke Pejabat

Melihat kondisi rakyat Indonesia, Presiden Prabowo langsung lontarkan peringatan keras ke seluruh pejabat dan birokrat di jajaran kabinetnya terkait esensi
Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Media Belanda Bongkar Fakta Terbaru Passportgate, 4 Pemain Timnas Indonesia Bebas Main di Liga Belanda?

Drama paspor di liga Belanda: apa yang sebenarnya terjadi? Dalam kasus ini, keempat pemain diaspora Timnas Indonesia harus menghentikan aktivitas sepak bola mereka
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Selengkapnya

Viral